blank
Sekitar 30 pelajar SMA/SMK, mahasiswa dan masyarakat umum mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Rumah Baca Aqlea. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebuah kegiatan pelatihan jurnalistik untuk generasi muda, digelar Rumah Baca Aqlea, di Desa Kalikidang RT 003 RW 004, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Minggu (19/10/2025).

Kegiatan ini diikuti 30 pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum, dari berbagai daerah di Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen).

Dalam pelatihan jurnalistik ini hadir dua narasumber, Agus Sudono MHum dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, dan Alvin Pramesty dari Sanggar Bahasa UIN Prof KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

BACA JUGA: Prestasi Kempo Jateng Meleset dari Target

Pada paparannya, Agus Sudono membahas tentang penyuntingan naskah berita. Dia menyatakan, penyuntingan merupakan proses penting sebelum naskah diterbitkan. Dalam tahap ini, penyunting bertugas memastikan naskah telah layak terbit sesuai dengan kaidah bahasa, struktur, dan kejelasan isi atau informasi.

”Seorang penyunting juga harus memperhatikan konsistensi, ketelitian data, keterbacaan, serta mampu menata alur penyajian, agar mudah dipahami pembaca,” katanya.

Sedangkan Alvin Pramesty membawakan materi tentang pengertian jurnalistik, unsur berita, struktur penulisan, hingga praktik membuat berita. Peserta juga diajak berpraktik langsung menyampaikan berita yang telah disiapkan panitia, melakukan perekaman video, dan menyusun berita.

BACA JUGA: Jepara Berbenah, Taman Kota akan Dibangun di Sepanjang Kali Kanal

”Yang harus diperhatikan, kelengkapan 5W+1H (What, Who, When, Where, Why dan How), serta penggunaan bahasa jurnalistik yang singkat, padat, dan lugas, agar berita lebih mudah dibaca,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Baca Aqlea, Harisman, seperti dalam keterangan tertulisnya menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan dua keterampilan utama di bidang jurnalistik, yakni menjadi reporter lapangan, dan menulis berita dengan struktur dan gaya yang baik.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, dan semangat literasi kreatif di kalangan remaja.

BACA JUGA: Sidang Uji Materi UU Pers, PWI Tegaskan Perlindungan Wartawan Kewajiban Aktif Negara

”Melalui pelatihan ini, para peserta diajak belajar langsung cara menggali informasi, melakukan wawancara, serta menulis naskah berita yang menarik dan bertanggungjawab. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi, menyalurkan minat menulis, serta membangun kemampuan komunikasi generasi muda di era digital,” ungkap Harisman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Kalikidang, Prio Purwanto menyatakan dukungannya terhadap kegiatan literasi ini. Dia menyatakan, pelatihan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk belajar menulis berita. Selain itu, melalui publikasi mereka dapat mengenalkan Desa Kalikidang kepada masyarakat luas.

”Harapan kami, melalui pelatihan ini, anak muda dapat menjadi jurnalis yang mewartakan berita secara berimbang, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prio.

BACA JUGA: Atasi Krisis Air yang Sudah Berlangsung Lama, Ini yang akan Dilakukan PDAM Jepara

Salah satu peserta, Via Ayu Juniasih, pelajar kelas XII SMKN 1 Kalibagor mengungkapkan, pelatihan itu membuatnya lebih paham tentang jurnalistik, dan juga bisa kenal teman-teman baru.

Hal senada disampaikan Muhammad Andry Pratenta, mahasiswa semester I UIN Saizu Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi. Dia menyampaikan kesannya, kalau materi yang diberikan cukup menjadi bekal untuk masuk UKM Jurnalistik di kampusnya.

Riyan