blank
Aktifitas warga Kedungmalang mengisi air bersih (Foto:Tribunjateng)

JEPARA (SUARABARU.ID)- Pembenahan besar-besaran akan dilakukan Perumda Tirta Jungporo untuk memberi layanan terbaik kepada masyarakat Jepara.

Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) ini siap menggelontorkan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah Kecamatan Kedung yang telah berlangsung hampir satu dekade.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Tirta Jungporo, Lukman Hakim, kepada suarabaru.id, Senin (21/10/2025) usai bertemu dengan tujuh perwakilan dari wilayah Kedungmalang, Karangaji, Wanusobo, Tedunan, Kaliombo, Gerdu, dan Ujungpandan.

“Masalah ini sudah berlangsung hampir sepuluh tahun. Kami dperintah Mas Wiwit (Bupati-red) untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” ujar pria yang akrab disapa Lukman ini.

Menuurut Lukman langkah ini mendapat dukungan penuh dari Witiarso Utomo yang sebelumnya telah meninjau langsung kondisi masyarakat di wilayah Kedung.

“Beliau memerintahkan PDAM untuk segera menuntaskan persoalan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan warga”, bebernya.

Masih menurut Lukman, PDAM akan melakukan beberapa skema untuk mengatasi krisis air di wilayah Kecamatan Kedung. Pertama untuk memperkuat tekanan aliran, akan dipasang pompa booster di sekitar sumur Gedangan.

“Saat pengisian pada pipa air yang kita saluri warnanya sangat keruh seperti kopi atau teh. Ini akan kami bersihkan agar air yang keluar layak Konsumsi,” tegasnya.

Tentunya pasca pembersihan, IPAL Bompes akan dipasok dengan air dari sumur dari Kalipucang dan Purwogondo dengan debit total 22 liter per detik atau setara dengan 79,2 meter kubik per jam.

Air ini kemudian dialirkan ke Desa Karangaji, Kedungmalang, dan Kaliombo, wilayah yang paling lama mengalami krisis air bersih.

Lalu Langkah kedua, memanfaatkan sumur Gedangan untuk mengaliri Desa Ujungpandan, yang memiliki pelanggan terbanyak.

PDAM Tirta Jungporo akan memasang Hardware pompa booster atau pendorong agar air bisa lebih cepat menjangkau rumah-rumah warga secara lebih stabil. Sedangkan Desa Tedunan akan disuplai dari sumur Batam Dongos.

“Yang secara keseluruhan total pelanggan ada 4.062 di lima desa tersebut, “pungkas Lukman.

ua