blank
Fitriyah Handayani. Foto: dok/ist

KUDUS (SUARABARU.ID)– Dari total 21 nomor yang dipertandingkan di cabang olahraga Shorinji Kempo, pada PON Beladiri 2025, Kontingen Jawa Tengah hanya mampu membawa pulang tiga medali perak dan empat perunggu.

Dengan hasil itu, menempatkan Jateng ada di posisi 13, pada cabor yang digelar di GOR Kaliputu, Djarum Arena, Kabupaten Kudus. Tampil sebagai Juara Umum kontingen DKI Jakarta dengan 7 emas, 2 Perak dan 2 Perunggu. Disusul Jawa Barat (3-2-0) dan Maluku (3-0-1).

Hasil yang didapat dari para atlet Jateng itu, memang belum sesuai harapan. Target semula satu medali emas, khususnya dari nomor Embu Berpasangan Kyu Kenshi Campuran, melalui pasangan Gilang Ramadhan Alfayed/Graciana Tati Oematan.

BACA JUGA: Pesilat Jateng Jadi Jawara di Cabor Pencak Silat

Namun keduanya harus puas dengan medali perak, setelah kalah dari pasangan DKI Jakarta, M Habil Abbrar A/Rahyatul Qolbiah, di babak final. Padahal pasangan Gilang/Graciana merupakan peraih emas di PON XXI/2024 Aceh–Sumatera Utara.

Pelatih tim Jateng, Fitriyah Handayani, mengaku belum puas dengan capaian anak-anak asuhnya. Semula mereka ditargetkan minimal bisa meraih satu emas. Tetapi justru hanya dapat perak.

”Mereka sebetulnya sudah tampil maksimal. Sayangnya, dalam pertandingan bebas (Randori), penilaian di babak perpanjangan sangat subjektif,” ujar Fitriyah, yang merupakan alumnus Teknik Arsitektur Undip itu, usai pertandingan, Selasa (21/10/2025).

BACA JUGA: Kelvin dan Hilda Kagum dengan Keramahan Warga Kudus di PON Bela Diri 2025

Menurutnya, sistem penilaian pada nomor Randori, seringkali bergantung pada wasit. Dan itupun tidak bisa diprotes. Meski pertarungan bebas itu sebenarnya terukur, tapi ketika masuk babak perpanjangan, semuanya tergantung penilaian wasit.

”Tidak ada yang mencatat skor secara objektif. Kami sudah konsultasi ke tim KONI Jateng soal ini. Videonya sudah kami kirimkan, sebagai bahan evaluasi bersama, bukan untuk menggugat,” jelasnya.

Fitriyah juga menyebut, tim Jateng datang ke Kudus dengan kekuatan 10 atlet putra, dan 8 putri. Meski dengan persiapan yang terbatas, para atlet tetap bermain dengan antusias dan penuh semangat.

BACA JUGA: Truk Tangki Pengangkut Susu Terperosok di Tikungan Irung Petruk

”Informasinya, dua tahun lagi PON Beladiri akan kembali digelar di Kudus. Kami tentu tetap antusias, tapi perlu evaluasi sistimnya. Harus ada klausul, yang membuat perpanjangan pada nomor Randori menjadi baku. Kalau tidak, subjektivitas akan terus terjadi,” imbuhnya.

Peraih Medali Shorinji Kempo Jateng:
Medali Perak:
1. Gilang Ramadhan Alfayed/Graciana Tati Oematan (Embu Berpasangan Kyu Kenshi Campuran)
2. Anandika Aryo Risan Dananjaya (Randori Perorangan Kelas 65 Kg Putra)
3. Agata Ermi Kapitan (mbu Tandoku Kyu Kenshi Putri)

Medali Perunggu:
1. Labibatus Tsuraya (Randori Perorangan Kelas 60 Kg Putri)
2. Graciana Tati Oematan (Randori Perorangan Kelas 55 Kg Putri)
3. Graciana Tati Oematan/Agata Ermi Kapitan (Embu Berpasangan Kyu Putri)
4. Masba Wahyu Ramadhan/Gilang Ramadhan Alfayed (Embu Berpasangan Kyu Kenshi Putra)

Riyan