blank
Peserta Pelatihan Perdana Pendidikan Dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Rescue Vertikal bagi divisi rescue Hikdmat

JEPARA (SUARABARU.ID) — Menjelang peringatan hari lahir ke-18, organisasi sosial kemanusiaan Hikdmat menggelar pelatihan perdana Pendidikan Dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan rescue vertikal bagi divisi rescue yang baru dibentuk. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu  (12/10) ini digelar di kawasan Goa Sakti, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, dan diikuti oleh 30 peserta dari internal organisasi.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Hikdmat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, yang menghadirkan narasumber dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

Hikdmat merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang berdiri sejak 2007. Berfokus pada aksi sosial seperti bedah rumah, bantuan bencana, dan pemberdayaan masyarakat, Hikdmat terus berinovasi dalam mengembangkan kapasitas anggotanya untuk lebih sigap dalam menanggapi kebutuhan kemanusiaan.

blank
Dengan disiplin peserta pelatihan lakukan materi yang disampaikan instruktur

Ketua Hikdmat, Abdullah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas relawan muda dalam menghadapi situasi kedaruratan, “Pelatihan ini menjadi tonggak penting bagi divisi rescue kami. Dengan bertambahnya anggota baru, kami berharap bisa semakin banyak memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkap Abdullah.

Dalam sesi pembukaan, Pembina Hikdmat, Ustadz Miqdad Turkan, memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan kegiatan kemanusiaan ini sebagai bentuk ibadah dan dedikasi sosial.

blank
Peserta Pelatihan Perdana Pendidikan Dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Rescue Vertikal bagi divisi rescue Hikdmat bekerjasama dengan BPBD Jepara.

“Dulu kalian hanya relawan bedah rumah, hari ini kalian mulai dilatih untuk menyelamatkan nyawa. Tidak semua orang punya kemampuan, dan orang yang punya kemampuan belum tentu mau menolong. Tapi kalian memilih untuk berkhidmat,” ujar Ustadz Miqdad.

Beliau juga mengutip pesan moral dari Imam Khomaini dan sabda Rasulullah SAW bahwa makhluk Allah adalah satu keluarga, dan manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

BPBD Jepara: Peran Relawan Sangat Vital

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BPBD Jepara. Afif Khoironi, dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jepara menyatakan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting, terutama karena Jepara memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.

“Kabupaten Jepara memiliki risiko bencana yang cukup kompleks, dari gunung, sungai, hingga pantai. Mulai dari banjir, longsor, kekeringan, hingga abrasi dan angin puting beliung,” jelas Afif.

Menurutnya, sejak berdiri tahun 2012, BPBD Jepara terus menjalin sinergi dengan para relawan. Saat ini tercatat ada 14 organisasi relawan di Jepara yang sudah menjalin kerja sama resmi (MoU) dengan BPBD, termasuk Hikdmat.

“BPBD tanpa relawan ibarat tubuh yang tidak sempurna. Maka keberadaan relawan seperti Hikdmat ini sangat kami butuhkan sebagai mitra di lapangan,” tambahnya.

Regenerasi Relawan, Menyongsong Masa Depan Kemanusiaan

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari regenerasi relawan muda di tubuh Hikdmat. Ustadz Miqdad mengingatkan pentingnya melatih generasi berikutnya agar semangat kemanusiaan tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Regenerasi adalah kunci. Kita harus mencetak relawan muda yang tidak hanya siap kerja lapangan, tapi juga memiliki nilai-nilai keikhlasan dan semangat khidmat.”

Dengan semangat kolaboratif antara lembaga sosial dan pemerintah, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat masyarakat di wilayah Kabupaten Jepara.

Hadepe – Muhammad Ali