blank
Tim PKM Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi USM, menggelar kegiatan bertema 'Optimalisasi Pemasaran Produk UMKM Melalui Penerapan Digital Marketing'. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebuah upaya konsisten guna meningkatkan daya saing produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terus dilakukan. Salah satunya ditunjukkan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang (USM), belum lama ini.

Adapun Tim PKM USM terdiri dari Ketua Adhi Pradiptya SE MM, dengan anggota Dr Elisabeth Rotua Simamora SSos MM MIkom, Teguh Ariefiantoro SE MM, dan Daniel Teguh SE MM.

Kegiatan bertema ‘Optimalisasi Pemasaran Produk UMKM Melalui Penerapan Digital Marketing’, yang dilaksanakan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Puskesmas Bangetayu itu, juga melibatkan ibu-ibu rumah tangga.

BACA JUGA: Tim PKM USM Beri Penyuluhan Hukum tentang Kenakalan Remaja di Era Digital

Menurut Adhi Pradiptya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis, dalam memanfaatkan platform digital. Seperti media sosial (medsos), marketplace, dan aplikasi pesan, sebagai sarana pemasaran yang lebih efektif.

Pada akhirnya, produk UMKM yang dihasilkan ibu-ibu rumah tangga itu, bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga Nasional atau bahkan internasional.

Ditambahkan Teguh Ariefiantoro, penerapan digital marketing menjadi langkah strategis, untuk menjawab tantangan era modern. Selama ini, UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam promosi produk, karena terbatasnya pengetahuan teknologi.

BACA JUGA: USM Dirikan Pusat Bahasa dan Budaya

”Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar lebih adaptif, dan mampu mengoptimalkan pemasaran digital,” ungkapnya.

Daniel Teguh juga menyoroti peluang pemanfaatan program afiliasi Shopee, sebagai strategi tambahan dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Selain bisa menjual produk sendiri, para ibu rumah tangga juga bisa memperoleh penghasilan, dengan menjadi bagian dari program afiliasi Shopee.

”Caranya sederhana, yaitu membagikan link produk tertentu melalui media sosial. Jika ada yang membeli lewat link itu, ibu-ibu akan mendapatkan komisi. Ini bisa menjadi sumber tambahan pendapatan, tanpa perlu stok barang,” jelasnya.

BACA JUGA: USM Sumbang 4 Emas dan 1 Perunggu untuk Jateng di Pomnas XIX/2025

Menurutnya, strategi ini sejalan dengan tren ekonomi digital, yang semakin inklusif. Karena siapa pun, dapat terlibat dalam aktivitas pemasaran online.

Dengan pengetahuan digital marketing yang memadai, ibu-ibu rumah tangga dapat memaksimalkan peluang ini, untuk mendukung perekonomian keluarga, sekaligus memperluas wawasan dalam dunia usaha berbasis teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkot Semarang, Dr Endang Sarwiningsih Setyawulan SE MM Ak, memberikankan apresiasinya atas inisiatif kolaborasi ini.

BACA JUGA: Tim PKM USM Sosialisasikan Penggunaan Styrofoam sebagai Wadah Makanan

Dia menekankan, penguatan UMKM, terutama yang dijalankan ibu-ibu rumah tangga, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Semarang, dalam meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus perekonomian keluarga.

Peserta kegiatan pun mengaku sangat terbantu, dengan materi yang diberikan. Mulai dari pentingnya membuat konten menarik, memanfaatkan foto produk yang berkualitas, hingga strategi mengelola interaksi dengan konsumen secara online.

Melalui program ini, diharapkan ibu-ibu rumah tangga selaku pelaku melalui program ini, semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, mampu memanfaatkan teknologi digital, sebagai pintu masuk menuju pasar yang lebih luas dan berdaya saing tinggi.

Riyan