blank
KH Cecep bersama H Wahid Arbani, saat memimpin rapat persiapan Sakinah Funwalk dan Gas Nikah CFD Semarang, Kamis (11/9/2025). Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, akan menggelar Sakinah Funwalk dan Gas Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah) Car Free Day (CFD), di Semarang, Minggu (28/9/2025).

Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Dr KH Cecep Khairul Anwar MAg, memimpin rapat persiapan event itu, Kamis (11/9/2025). Rapat dihadiri Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng Dr Wahid Arbani MAg, Kabid Urais M Farhan, Kasubdit Bina Kepenghuluan Dr M Afief Mundir.

Lalu ada pula Kasubdit Kelembagaan Wildan, Kasubdit Keluarga Sakinah Zuhdi Rahmanto, Kasubdit Sarana Jajang, Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jateng Suryani Kamali, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesian (IPARI) Jateng Mahsun dan lain-lain.

BACA JUGA: Danramil 01/Blora Kunjungi Dapur MBG, Pastikan Program Peningkatan Gizi Peserta Didik dan Masyarakat Terpenuhi

Dijadwalkan, kegiatan jalan santai ini akan dilepas Menteri Agama RI Nazaruddin Umar, Wakil Menteri Agama, Dirjen Bimas Islam, saat CFD di Simpanglima Semarang. Tepatnya di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (28/9/2025).

”Setelah dilepas, peserta akan mengitari Lapangan Simpanglima, melewati Jalan Pahlawan, Bundaran Air Mancur, kembali ke Jalan Pahlawan dan ke Simpanglima lagi. Peserta terdiri dari keluarga besar Kemenag se-Jawa Tengah, penyuluh, penghulu dan masyarakat umum,” ungkap Cecep.

Gas Nikah sendiri dilatarbelakangi kekhawatiran, angka pencatatan nikah dari tahun ke tahun yang terus menurun. Dia mencontohkan di Jateng, menurut data dari Disdukcapil usia nikah 5 juta lebih. Tetapi hingga Juni 2025 pencatatan nikah baru 107 ribu pasangan.

BACA JUGA: Akhmad Munir Umumkan Susunan Kabinet Persatuan, Ini Pengurus Lengkap PWI 2025-2030

Pada 2020, jumlah total perkawinan 1.780.346. Tahun 2021 menurun menjadi 1.743.450. Tahun 2022 menurun lagi menjadi 1.719.592. Tahun 2023 1.577. 493 perkawinan, dan 2024 angka perkawinan turun menjadi 1.478.424. ”Trennya menurun terus,” ungkap dia lagi.

Karena itu, dia mengajak semua warga untuk membantu menyadarkan para remaja yang masuk usia nikah, 20-30 tahun, untuk segera menikah dengan melakukan pencatatan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Dia juga mengajak pasangan yang sudah menikah, tetapi belum dilakukan pencatatan nikah, agar segera dicatatakan di KUA, agar mempunyai kekuatan hukum.

BACA JUGA: PSIS Tak Berdaya Layani Permainan Persiku

”Perkawinan bukan sesuatu yang menakutkan, jika dipersiapkan dengan baik. Kita harus memberikan edukasi, agar generasi muda memahami pernikahan secara benar,” tukasnya.

Pihak Kemenag pun terus memperkuat program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin). Program ini membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan hidup, sebelum memasuki rumah tangga.

”Termasuk keterampilan komunikasi, pengelolaan keuangan keluarga, dan manajemen konflik. Dengan persiapan yang baik, perkawinan menjadi perjalanan yang menyenangkan, bukan menakutkan,” jelasnya.

Riyan