JEPARA(SUARABARU.ID) – Kabupaten Jepara mendominasi babak final Lomba Dialog Bahasa Jawa Dialek Muria. Grand final lomba untuk sekolah jenjang SMP/sederajat ini akan berlangsung di Kudus pada Rabu, 3 September 2025.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Hidayat, Senin (25/8/2025) mengatakan, lomba ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, dalam hal ini Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Grand final akan menampilkan 10 grup terbaik dari seluruh kabupaten se-eks Karesidenan Pati.
“Dari 10 yang akan tampil di grand final. Jepara meloloskan finalis terbanyak, 4 grup. Saya menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan peserta yang berhasil mengirimkan materi serta video terbaik pada babak seleksi, sehingga Jepara meloloskan peserta grand final terbanyak,” lata Ali Hidayat.
Keempat grup tersebut berasal dari SMPN 3 Kedung berjudul Ngedhunke Lemah Ora Mung Kanggo Enkek-Enkean, SMP 1 Keling berjudul Gladhen Ndhalang dan 2 lainnya dari SMPN 1 Jepara masing masing berjudul Ratu Kalinyamat dan Pesta Lomban.

Selain keempat grup yang lolos grand final , sekolah lain dari Jepara yang sebelumnya lolos ke seleksi akhir tingkat eks-Karesidenan Pati adalah SMP 6 Jepara (2 grup), SMPN 4 Jepara, dan SMPN 2 Kalinyamatan.
Widyaprada Ahli Muda SMP Disdikpora Kabupaten Jepara, Wuriyanto mengatakan, dialek Muria dilakukan oleh grup, yang terdiri dari dua siswa per grup.

Tahap seleksi dilakukan melalui rekaman video. Sedangkan grand final akan dilakukan secara luring.
Di tingkat kabupaten, seleksi dilakukan terhadap video kiriman dari sekolah/madrasah. Untuk maju ke seleksi grand final, setiap kabupaten mendapat jatah pengiriman delapan video terbaik.
“Dari 22 peserta tingkat Kabupaten Jepara, kami pilih delapan peserta terbaik,” kata Wuriyanto.
Penjurian tingkat Kabupaten Jepara dilakukan budayawan Hadi Priyanto dan penulis Jeparanan Sulismanto. Menurut Wuriyanto, kedelapan peserta yang terpilih, kemudian diberi pembekalan untuk memperbaiki materi yang dikirim ke seleksi tingkat eks Karesidenan Pati. Pada seleksi itu, terdapat total 34 video dari seluruh kabupaten di eks-Karesidenan Pati.
Juri tingkat Kabupaten Jepara Sulismanto mengatakan, pihaknya melakukan penilaian objektif terhadap seluruh aspek penilaian.

“Di luar delapan peserta yang kami pilih untuk maju ke seleksi tingkat kes-Karesidenan, sebenarnya ada peserta lain yang menyajikan cukup banyak dialek Muria. Tetapi sayangnya kualitas video kurang menunjang, terutama dari sisi noise audio (bising) dan teknik pengambilan gambar. Alhamdulillah separo pemenang dari Jepara terpilih ke grand final,” kata Sulismanto.
Kepala SMPN 1 Jepara Lisna Handayani mengatakan, pihaknya berharap hasil terbaik di grand final mendatang.

“Kami juga minta masukan juri tingkat kabupaten untuk memperkaya kalimat dalam dialek Muria, dan tentu saja memperkuat pengucapan kalimat-kalimat khas Muria agar medoknya makin natural,” kata Lisna.
Guru Bahasa Jawa SMPN 3 Kedung Luluk Malikhatin mengatakan, pihaknya bersyukur, selain juara tingkat kabupaten Jepara, anak didiknya kini berhasil lolos ke grand final.

“Saat melakukan perekaman ulang, kami mendengar banyak masukan dari Disdikpora dan juri tingkat kabupaten, Mas Sulismanto,” katanya.
Hadepe













