blank
Penampilan Da'i Maulana bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala. Foto: Istimewa.

PEKALONGAN (SUARABARU.ID) – Puncak Festival Ekonomi Syariah Tegal (Syafaat) yang berlangsung di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Minggu (24/8/2025) malam menghadirkan dai kondang Muhammad Nur Maulana atau yang akrab disapa ustadz Maulana.

Acara yang digelar sejak Jumat (22/8/2025) hingga ditutup Minggu (24/8/2025) membawa misi penguatan ekosistem ekonomi syariah dan literasi keuangan digital.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal, Bimala menyampaikan bahwa Syafaat dirancang untuk mendukung visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.

“Melalui festival ini, kami ingin memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, membangun ekosistem industri halal, serta mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata ramah muslim yang berdaya saing global,” kata Bimala saat menutup acara, Minggu (24/8/25) malam.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Syafaat kali ini tampil lebih meriah dengan sinergi antara BI Tegal, Pemerintah Kota Pekalongan, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pekalongan. Rangkaian acara meliputi business matching, pameran UMKM dan perbankan, kompetisi dakwah, lomba konten ekonomi syariah, hadroh antar pesantren, modest design competition, halal chef competition, lomba mewarnai tingkat SD, hingga talk show tematik.

Puncak kegiatan ditutup dengan Gema Dakwah Ustadz Maulana yang dihadiri ribuan masyarakat. Selain itu, malam apresiasi juga menjadi momentum penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi yang telah berlangsung sejak awal festival.

Tidak hanya edukasi dan hiburan, Syafaat juga mengedepankan kepedulian sosial. Melalui QRIS, panitia berhasil menghimpun dana wakaf yang akan dikelola untuk program wakaf produktif. Kegiatan sosial lainnya mencakup senam sehat, donor darah dengan hasil 125 kantong dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab, menyambut positif penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, Syafaat 2025 menjadi salah satu kegiatan ekonomi syariah terbaik yang pernah digelar di Kota Pekalongan. “Saya melihat pameran kali ini berlangsung tertib, semarak, dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat. Tahun depan kami siap mendukung kembali kegiatan serupa,” ungkapnya.

Festival Syafaat 2025 pun dinilai sukses menghadirkan harmoni antara dakwah, pemberdayaan UMKM, digitalisasi transaksi, hingga gerakan sosial berbasis wakaf. “Dengan animo masyarakat yang tinggi, acara ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Pekalongan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Tengah,” tutup Hj Balqis.