blank
Pelatihan kuliner yang diikuti ibu-ibu di Desa Rimpak dan Ngadikerso Sapuran Wonosobo. Foto : SB/dok Diskominfo

WONOSOBO (SUARABARU.ID)  –  Program pelatihan keterampilan berbasis Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 kembali berlanjut di Kabupaten Wonosobo.

Kali ini, giliran Desa Rimpak dan Desa Ngadikerso di Kecamatan Sapuran Wonosobo yang menjadi lokasi pelatihan boga, Selasa, (5/8/2025), di Balai Desa Rimpak.

Baca Juga Dana Bazdes Desa Mergosari Sukoharjo Wonosobo : Dari Warga untuk Warga

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Didiek Wibawanto, yang juga Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disna kerintrans) Wonosobo menyampaikan melalui kegiatan ini ditargetkan mampu meningkatkan keterampilan teknis kepada peserta.

“Setelah pelatihan, diharapkan peserta mampu menumbuhkan rintisan usaha kuliner yang mandiri dan berdaya saing di tingkat lokal. Mereka bisa menggali potensi hasil pertanian berbasis pangan yang ada di desanya,” ujar dia.

Baca Juga Wakil Rakyat Nilai Kinerja Pemkab Wonosobo tahun 2024 Tunjukan Capaian Positif

Selain itu, lanjutnya, pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Jika banyak usaha yang dibangun warga di desa, maka ekonomi masyarakat akan maju.

“Pelatihan ini tidak hanya tentang memasak, tapi tentang membangun usaha, membangun percaya diri dan menciptakan masa depan yang lebih mandiri. Wanita yang terampil di bidang kuliner bisa membuka usaha makanan khas berbasis pangan lokal,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari perangkat desa dan masyarakat, pelatihan boga ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi lokal berbasis potensi pangan yang ada di desa.

Baca Juga Cara Kreatif Mahasiswa KKN Unisnu Jepara dalam Membuat Sabun Cuci Piring

“Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pelatihan sebelumnya yang telah sukses diselenggarakan di Kecamatan Watumalang, Mojotengah dan Kertek,” katanya.

Diversifikasi Ekonomi

blank
Pemberian bantuan untuk ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan kuliner yang dibiayai dari dana DBHCHT. Foto : SB/dok Diskominfo

Hal itu, tambah Didiek, sebagai bentuk nyata pemanfaatan DBHCHT yang produktif dan tepat sasaran, terutama untuk mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat desa di luar sektor pertanian musiman.

Baca Juga Sambangi Jepara Teater Jaten Batang Membawa Naskah “Leng”: Kisah Hilangnya Tanah Kelahiran

“Pemkab Wonosobo berkomitmen melanjutkan program serupa secara berkelanjutan dan sinergis lintas sektor demi terwujudnya Wonosobo yang sejahtera, adil dan makmur,” tegas Didiek.

Sementara itu, Camat Sapuran Alfun Haka, yang turut hadir dalam pembukaan tersebut, menambahkan, pelatihan boga di dua desa telah berlangsung selama tujuh hari, mulai 5 hingga 11 Agustus 2025.

Baca Juga Angkat Ikon Lokal dan Warisan Budaya, Wonosobo Tampil Memukau di Jember Fashion Carnaval 2025

“Peserta pelatihan berjumlah 40 orang. Mereka mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan anggota keluarga petani tembakau. Sehari-hari mereka berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan petani tembakau,” katanya.

Menurutnya, pelatihan ini selaras dengan visi pembangunan nasional, yaitu prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam aspek pembangunan SDM dan hilirisasi produk lokal.

Baca Juga Bupati Magelang Berikan Penghargaan kepada Sejumlah Wajib Pajak

”Kami berharap melalui kegiatan yang difasilitasi oleh LPK dan instruktur mitra Dinas Nakerintrans ini mampu menumbuhkan dan meningkatkan usaha kuliner dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup produksi dan praktek kuliner, memasak olahan khas desa, manajemen usaha kecil, dan aspek legalitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda, Kepala Desa Rimpak dan Pj Kepala Desa Ngadikerso. Mereka memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pelatihan dan pendampingan bagi warganya.

Muharno Zarka