blank
Seorang pekerja sedang memperbaiki atap yang rusak. Foto: Istimewa.

BREBES (SUARABARU.ID) – Atap bangunan Kantor Pemerintah Kabupaten Brebes, senilai Rp 110 Miliar belum tiga tahun dibangun rusak terkena hujan deras. Kejadian tersebut sempat viral dan menjadi perbincangan karena bangunan tergolong baru.

Belum genap tiga tahun diresmikan, bangunan Kantor Pemkab atau yang dikenal Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) sudah mulai rusak. Akibat guyuran air hujan, bagian atap bangunan.

Baca Juga Peduli Petugas Kebersihan, Bupati Brebes Bagikan Sembako

Sebuah video yang menayangkan air hujan mengakibat atap rusak gedung KPT beredar luas di media sosial.

Dalam video durasi 31 detik itu, atap teras di dekat pintu utama jebol tidak mampu menahan air. Air hujan pun mengguyur lantai teras dan sebagian masuk loby kantor.

Baca Juga Cek Kesehatan Gratis di Brebes Sasar Pelaku Transportasi

Salah satu akun yang memposting adalah Brebes Terkini dan Imeliawindi. Beragam komentar bermunculan atas kejadian tersebut.

Terkait kejadian ini, Kabid Cipta Karya DPU Kabupaten Brebes, Muhamad Idrus menjelaskan, peristiwa itu berlangsung pada Minggu (10/8/2025) petang saat magrib. Saat itu, terjadi hujan sangat deras di kawasan KPT.

Baca Juga Ini Penjelasan Kadisdik Kota Tegal Soal Paguyuban Wali Murid Narik Pungutan

“Kemarin petang pas magrib hujan. Atap teras depan jebol karena guyuran hujan,” ujar Muhamad Idrus ditemui di KPT, Senin (11/8/2025).

Kerusakan itu, lanjut Idrus karena faktor cuaca. Curah hujan menyebabkan plafon atap tidak kuat menahan air akibatnya jebol.

“Kalo melihat kondisinya, ini karena faktor cuaca. Kemarin memang hujan sangat deras,” terangnya.

Baca Juga Kadin Indonesia Kunjungi Ponpes API Tegalrejo Magelang

Dia menegaskan, kegiatan ini tidak mengganggu aktifitas ASN. Semua kegiatan pemerintahan berjalan normal seperti biasa. “Cuma kejadian kecil, tidak ada gangguan berarti. Semua berjalan normal,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi Senin (11/8/2025) siang pukul 11.30 sejumlah pekerja nampak melakukan perbaikan sarana yang rusak.