blank
Berbagai komunitas dengan phon-pohon langka yang siap ditanam, untuk mweujudkan ketahanan pangan di Purworejo. Foto: Lst

PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Komunitas Peduli Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo menggelar aksi nyata dengan menanam puluhan pohon langka dan membagikan ribuan bibit buah serta sayuran kepada masyarakat, Minggu (10/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di bantaran Sungai Bogowonto, Dukuh Limus, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo ini bertujuan menjawab tantangan krisis pangan dan kerusakan lingkungan yang kini menjadi perhatian nasional.

Berbagai unsur terlibati antaranya Persit, Bhayangkari, Jogo Kali Nusantara, BG3 (Bintang Gajah-gajah Grup), PGRI, Fatayat NU, Mudika (Muda Mudi Katolik), Pemuda Muhammadiyah, Bagelen Bertaji, dan Karang Taruna Limus.

Acara dihadiri oleh Plt Asisten 1 Sekda Purworejo Ahmad Jaenudin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purworejo Wiyoto Harjanto, Ketua PGRI Purworejo Irianto Gunawan, serta Forkopincam Purworejo.

Menurut Ahmad Jaenudin, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat hingga daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Penanaman pohon dan pembagian bibit sayuran serta buah ini diharapkan menjadi inspirasi dan titik kesadaran masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sejak 2025

Inisiator kegiatan, Muhammad Edy Suryanto atau yang akrab disapa Kiai Merah, menjelaskan bahwa kepedulian warga Purworejo terhadap ketahanan pangan cukup tinggi.

“Komunitas Jogo Kali Nusantara berdiri sejak 2015 dan memiliki program tahunan menanam pohon. Tahun ini kami menambah kegiatan dengan pembagian bibit buah dan sayuran sebagai dukungan nyata terhadap ketahanan pangan,” ungkapnya.

Jenis pohon langka yang ditanam antara lain wuni, kemiri, aren, serta tanaman penahan tanah untuk mencegah erosi. Sementara ribuan bibit sayuran dan buah, seperti wortel, gambas, cabai, dan pepaya, dibagikan kepada organisasi dan komunitas yang hadir untuk ditanam secara mandiri.

Ketua PGRI Purworejo, Irianto Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya akan mendistribusikan bibit tersebut kepada para anggota. “Tujuannya agar anggota terbiasa menanam di rumah. Saya sudah menanam cabai Pancasila yang uniknya satu tangkai bisa menghasilkan lima buah cabai,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Purworejo menunjukkan bahwa kolaborasi lintas komunitas dapat menjadi solusi konkret menghadapi ancaman krisis pangan, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Aksi penghijauan dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga ketersediaan pangan berkelanjutan.

Vashti