SEMARANG SUARABARU.ID : Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan tanggapan positif terkait laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah.
Berdasarkan laporan yang dirilis BPS pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah tercatat sebesar 9,48 persen, mengalami penurunan sebesar 0,10 persen dibandingkan dengan angka pada September 2024 yang mencapai 9,58 persen.
Hal ini juga diikuti dengan penurunan jumlah penduduk miskin yang kini tercatat sebanyak 3,37 juta orang, turun sekitar 29.650 orang dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga Bupati Luncurkan Kebumen Fest 2025, Animo Peserta Tinggi
Mohammad Saleh mengapresiasi penurunan angka kemiskinan ini sebagai hasil dari berbagai kebijakan dan program pembangunan yang berjalan efektif, meskipun menurutnya, kemiskinan masih tetap menjadi tantangan yang perlu terus diatasi.
“Penurunan angka kemiskinan ini tentu adalah kemajuan yang patut diapresiasi. Menurunnya persentase penduduk miskin meski hanya sedikit, menunjukkan bahwa upaya kita di berbagai sektor mulai menunjukkan hasil yang positif,” ujar Saleh.
Namun, Saleh juga menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan yang masih relatif kecil menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Baca Juga Tanam Jagung di Lahan Pasang Surut, Dukung Swasembada Pangan Nasional
“Meskipun ada penurunan, kita tidak boleh terlena. Kami di DPRD Jawa Tengah tetap berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang dapat lebih mempercepat proses pengentasan kemiskinan,” katanya.
Mohammad Saleh menambahkan bahwa beberapa sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, harus terus diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Baca Juga Meraih Dua Gelar Kejuaraan Turnamen Catur, Mengincar Lolos ke Porprov Jateng
Salah satu fokus utama adalah mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Tengah, terutama di pedesaan yang masih banyak menghadapi tantangan kemiskinan.
“Program-program yang memberikan akses lebih besar kepada masyarakat untuk pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang terjangkau, serta peluang kerja yang lebih luas harus terus digalakkan,” ungkap dia.
Baca JugaPertumbuhan Ekonomi Jateng Meningkat, Mohammad Saleh Minta Pemprov Pertahankan Kerja Kolaboratif
“Apalagi, kita juga harus mendorong sektor pertanian yang menjadi andalan ekonomi Jawa Tengah, agar petani dan masyarakat desa bisa lebih mandiri dan sejahtera,” imbuh Saleh.
Saleh yang juga Ketua DPD Golkar Jateng tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengatasi kemiskinan.
“Kami sangat mendorong adanya kerjasama yang lebih solid, baik itu dalam bentuk program pengentasan kemiskinan maupun peningkatan ekonomi masyarakat. Ini adalah tantangan bersama yang harus kita hadapi bersama,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menurut Saleh, harus terus memonitor dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang ada, guna memastikan bahwa penurunan angka kemiskinan dapat terus berlanjut dan lebih signifikan di masa yang akan datang.
“Kita akan terus berupaya agar hasil positif ini dapat lebih dirasakan oleh masyarakat luas. Tidak hanya turun sedikit, tapi benar-benar bisa mencapai angka yang lebih rendah lagi dalam waktu yang lebih cepat,” tutup dia.
Berkah













