Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, untuk mencapai produksi yang maksimal, dilakukan perawatan tanaman secara intensif, termasuk penyiangan rumput dan pemupukan. Kegiatan yang dilaksankan Rabu (6/8/25) ini, dipusatkan di Dusun Nadi, Desa Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Lokasi kegiatan berada di bibir timur perairan. Waduk Gajahmungkur yang legendaris, pembangunannya terwujud dengan menenggelamkan 51 desa di 7 wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Dengan lebih dulu mentransmigrasikan warganya yang berjumlah 68.750 jiwa (12.525 KK) ke Sitiung Sumatera Barat (Sumbar), ke Provinsi Jambi dan ke Bengkulu
Gerakan penanam jagung ini, dipimpin langsung Kapores AKBP Wahyu Sulistyo bersama para pihak perkait, termasuk Kepala Dinas Pertanian (Dipertan) Wonogiri, Baroto Eko Pujanto. Kegiatan yang melibatkan sekitar 70 peserta ini, menjadi wujud nyata sinergi antara aparat kepolisian, Pemerintah Daerah (Pemda), serta Kelompok Tani dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung.
Dalam sambutannya, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan. “Kegiatan ini bukan sekadar simbolis, tetapi wujud nyata komitmen Polres Wonogiri dalam mendukung para petani dan menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Wonogiri, khususnya Kecamatan Nguntoronadi,” ungkapnya.
Sentra Jagung
Dalam sambutannya, Camat Nguntoronadi, Endriyo Raharjo, mengapresiasi kehadiran Kapolres dan jajarannya, serta menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat Nguntoronadi menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Ia berharap melalui dukungan dari berbagai pihak, kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri, Sugeng Ahmady berharap, budidaya komoditas jagung di wilayah pasang surut Waduk Gajah Mungkur, dapat dikembangkan secara luas. ”Jadikan Nguntoronadi sebagai sentra tanaman jagung,” ujar Sugeng Ahmady. Ia juga menyampaikan harapan, pemerintah hadir untuk memberikan solusi pembelian produksi jagung dengan harga yang dapat menguntungkan petani.
Kepala Dinas Pertanian, Baroto Eko Pujianto, menyebutkan, pemerintah tengah fokus pada sejumlah program strategis seperti perbaikan sistem irigasi, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Juga melakukan penyaluran pupuk tanpa hambatan melalui KPL. Pada bagian lain, Baroto, mengimbau petani untuk mewaspadai kemunculan serangan hama wereng coklat dan tikus, serta terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk pencegahan dini.
Rangkaian kegiatan, ditutup dengan penyerahan bantuan bibit dan bantuan pupuk yang dilakukan oleh Kapolres kepada kelompok tani. Yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit dan penyemprotan pupuk cair.(Bambang Pur)













