blank
Zulkifli Hasan saat menyampaikan paparannya di acara Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah, di Wonderpark, Tawangmangu, Karangnyar. Foto: dok/ist

KARANGANYAR (SUARABARU.ID)– Bangsa Indonesia harus bisa berswasembada pangan dan harus menguasai Sumber Daya Alam (SDA). Hal itu seperti ditekankan Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan, saat memberikan sambutan dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jawa Tengah, di Wonderpark, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2026).

Menurut dia, swasembada pangan itu wajib, karena menyangkut kedaulatan bangsa. Selain itu sumber daya alam juga harus dikuasai.

”Penguasaan sumber daya alam itu sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33, bahwa bumi, air dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat,” tegas dia, dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 600 warga Aisyiyah Jateng.

BACA JUGA: Polres Kudus Gelar Senam Bareng, Pasar Murah hingga Cek Kesehatan Gratis di HUT Bhayangkara ke-80

Zulkifli juga menyebut, amanat itu juga sesuai dengan cita-cita pendahulu bangsa, seperti Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo dan pahlawan Nasional lainnya, yang juga tokoh Muhammadiyah.

”Hanya saja, saat ini kondisi yang terjadi kadang jauh dari cita-cita. Karena itu perlu ada upaya untuk membenahinya, dan mengembalikan sumber daya alam untuk kemakmuran seluruh masyarakat,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, petani yang dulu menjadi tuan tanah, kini banyak yang menjadi buruh. Untuk itu, harus ada upaya-upaya untuk memperbaikinya. Salah satunya ekonomi harus tumbuh dari desa.

BACA JUGA: Berlari Sembari Dorong Kursi Roda Putranya, Ahmad Luthfi Tebarkan Semangat Inklusivitas di Soekarno Run 2026

Pada bagian lain, upaya memulai aksi dari desa juga disebutkan Ketua Umum PP Aisyiyah, Dr Apt Salmah Orbayinah MKes, dalam keterangan tertulisnya. Dia menyebutkan, kegiatan yang berbasis desa, bisa untuk kontribusi dalam pembangunan.

Dalam kegiatan jambore itu, juga di-launching Desa Sehat Mental Spiritual, Desa Mandiri Ekonomi, Desa Sehat Mandiri, Desa Sadar Hukum, Desa Cerdas Literasi Digital, Desa Muhammadiyah Aisyiyah Peduli Sampah.

Selain itu juga, diresmikan 109 Mubalighat Berkemajuan Gerakan Qaryah Thayyibah Aisyiyah. Ketua PWA Aisyiyah Jateng, Dr Eni Winaryati MPd menyebutkan, kegiatan jambore dakwah kemanusiaan ini, juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Milad Aiyiyah ke-109.

BACA JUGA: Wabup Sri Setyorini Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Blora 2026–2031

”Usia 109 bukan usia yang pendek, namun telah memasuki asam garam gejolak politik. Dan pada abad kedua ini, Ayiyah memasuki era baru dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu, harus melatih kemampuan ini agar tetap berkemajuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Provinsi Jateng, Syamsudin Isnaini, yang membacakan sambutan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memaparkan, dakwah yang dilakukan Aisyiyah merupakan sebuah tindakkan nyata.

Seperti melalui gerakan pendidikan, kesehatan dan berbagai aksi lain yang konsisten dalam membangun peradaban. Dia juga memaparkan, berbagai kondisi yang ada di Jateng, seperti kasus stunting. Sekalipun saat ini jumlahnya semakin menurun, dibanding tahun sebelumnya.

Riyan