WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Upaya mewujudkan pertanian cerdas berbasis teknologi kini resmi dimulai dari Desa Surengede, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.
Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan Komputer (BEM Fastikom) Unsiq Jateng meluncurkan inisiatif smart farming berbasis teknologi.
Baca juga Pembangunan Terminal Batang Tahap I Siap Uji Coba Operasional
Program smart farming tersebut difokuskan pada pengembangan kentang sebagai komoditas unggulan Wonosobo. Komoditas tanaman kentang selama ini jadi andalan petani di wilayah pegunungan Dieng.
Bertempat di Balai Desa Surengede, Kejajar kegiatan launching ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Unsiq Jateng di Wonosobo, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat.
Baca juga Seluruh Prodi di FITK Unsiq Jateng Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Program ini menjadi langkah awal menuju pertanian modern di dataran tinggi Dieng, sekaligus wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.
“Ormawa harus hadir dan menjawab persoalan yang nyata. Smart Farming adalah upaya kami untuk mendampingi petani dengan solusi yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Ilham Ariawan Al Ashar, Ketua BEM Fastikom Unsiq.
Pertanian Pintar

Baca juga Unsiq Wonosobo Lepas 660 Mahasiswa KPM, Kolaborasi dengan Disperakim Jateng dan Kemenbud RI
Rektor Unsiq Jateng, Dr Zaenal Sukawi, MA, menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu demi kepentingan publik.
Sementara itu, Kepala Desa Surengede, Akhmad Fauzi, menyambut baik program ini dan berharap menjadi model percontohan pertanian pintar pertama di Wonosobo.
Baca juga FITK Unsiq Catat Prestasi, Siap Mengabdi Lewat PPK Ormawa 2025
Selain launching, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi program kerja yang akan berlangsung hingga November 2025.
Program ini juga difokuskan pada pembangunan greenhouse berbasis sistem aeroponik dan IoT, penerapan irigasi otomatis dan penggunaan sensor kesuburan tanah berbasis Internet of Things (IoT)
Selain itu, juga pelatihan digitalisasi pertanian sebagai upaya peningkatan hasil panen yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Program ini bukan hanya kegiatan kemahasiswaan, tetapi pijakan awal menuju revolusi pertanian lokal yang menyatukan teknologi, masyarakat, dan semangat perubahan.
Muharno Zarka













