SALATIGA (SUARABARU.ID) – Puluhan lansia dari Sekolah Lansia Purbaya di Kelurahan Dukuh, Salatiga, tampak mengenakan toga, atribut kesehatan, dan atribut olahraga. Dengan penuh semangat mereka mengikuti rangkaian acara festival budaya yang berlangsung di Lapangan Kembangarum, baru-baru ini.
Di balik keceriaan tersebut, ada peran besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang selama tiga tahun terakhir setia mendampingi dan mendukung kegiatan Sekolah Lansia Purbaya sebagai ruang belajar bagi para lansia agar tetap aktif, sehat, dan produktif di usia senja.
Program yang awalnya diinisiasi oleh pemerintah daerah pada tahun 2022 ini sempat menghadapi tantangan berat ketika dukungan pembiayaan mulai berkurang.
Di tengah ancaman berhentinya operasional sekolah, UKSW hadir memberikan solusi melalui komitmen para dosen lintas fakultas. Kampus ini menerjunkan para pakar dari bidang kesehatan, psikologi, komunikasi, hingga pertanian untuk menyusun materi yang relevan dan menyajikannya dengan pendekatan yang hangat.
Wakil Kepala Sekolah Lansia Purbaya, Sugiharto, M.T., mengakui, kehadiran akademisi kampus merupakan penyelamat program ini. “Kami sempat mengalami kesulitan karena dukungan yang ada tidak lagi sebesar sebelumnya. Saat itulah UKSW hadir membantu melalui para dosennya. Dukungan itu sangat berarti bagi keberlangsungan Sekolah Lansia,” ungkap Sugiharto.
Dampak dari kehadiran para dosen UKSW ini membawa perubahan besar pada pola pikir para peserta, seperti yang dirasakan Muhrowi S.Pd. Materi interaktif yang disampaikan berhasil membuka wawasan baru mengenai hubungan sosial dan aktivitas produktif yang dapat dilakukan di hari tua.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari. Pola pikir kami menjadi lebih terbuka dan kami jadi mengetahui cara menjalani masa lansia dengan lebih baik,” tutur Muhrowi.
Selain memperluas wawasan dan mempererat relasi sosial antar peserta, kontribusi UKSW juga sangat dirasakan dalam aspek pemantauan kesehatan fisik. Melalui pemeriksaan berkala seperti tekanan darah dan gula darah yang dipadukan dengan penyuluhan gaya hidup, para lansia dibekali kemampuan untuk hidup lebih mandiri.
Dra. Sulastri M.Pd., salah satu peserta yang setia mengikuti hingga dua angkatan menegaskan betapa krusialnya kehadiran materi tersebut bagi kehidupan mereka. “Materi kesehatan sangat membantu kami. Ada pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan berbagai informasi yang memang dibutuhkan oleh lansia agar tetap sehat dan mandiri,” jelas Sulastri.
Bagi UKSW, keterlibatan multidisiplin ini menjadi bukti bagaimana ilmu pengetahuan di ruang kuliah ditransformasikan menjadi manfaat yang menyentuh masyarakat bawah.













