JEPARA (SUARABARU.ID)- Menurunnya industri mebel di Kabupaten Jepara tidak menyurutkan para pelaku usaha kayu dan ukiran ini untuk selalu menjaga serta bertahan di tengah ketidak pastian pasar.
Salah satu upaya untuk tetap menjaga kelestarian industri mebel dan furniture di Jepara, DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Jepara memfasilitasi pelatihan pengelolaan industri mebel secara profesional.
Dalam acara yang digelar di gedung Jepara Trade and Tourism Center (JTTC), Ketua Umum DPD HIMKI Jepara, Hendra Sasmita secara resmi menerima siswa-siswi SMK 1 Bangsri dan SMK Plus As-Syafi’iyah Kecapi yang ikut program Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk diberikan pelatihan.
Dihadiri oleh Pengurus HIMKI Jepara, acara serah terima PKL ini juga dihadiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Transmigrasi (Diskoptrans), Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), SMK 1 Bangsri dan SMK Assaifi’iyah kecapi.
“Salah satu komitmen kami dalam melestarikan mebel dan furniture Jepara adalah dengan menggandeng teman-teman Gen Z dari SMK Bangsri dan SMK Assyafi’iyah agar selalu update dengan dunia mebel”, ujar Hendra saat membuka serah terima siswa yang akan melakukan praktek kerja lapangan, Jumat (25/7/2025).
“Saat ini, lesunya industri mebel di Jepara salah satunya dipicu dengan kondisi geopolitik dunia. Kebijakan Amerika dalam menaikan tarif pajak 19% untuk barang ekspor jelas memberatkan para pelaku usaha furniture”, terang Hendra.
“Belum lagi ketidakstabilan politik di tingkat Asean seperti memansanya hubungan Kamboja dengan Thailand juga ikut mmpengaruhi industri mebel”, bebernya.
Namun Hendra optimis industri mebel di Jepara akan bangkit. Hal ini bisa dilihat dengan menjamurnya fenomena toko mebel online Jepara dengan customer lokal.
Kendati demikian, toko mebel online di Jepara ini juga tidak akan bisa bertahan lama jika tidak dibarengi dengan ilmu pengetahuan tentang produksi mebel.
“Yang ada, para pengusaha mebel online mencari barang dengan harga semurah-murahnya tanpa mengetahui kualitas barang”, terang Hendra.
“Kita berharap adik-adik bisa menimba ilmu yang bisa diaplikasikan setelah lulus. Dan kita mampu mengembalikan kejayaan mebel jepara”, tandas Hendra.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Sumber Daya Manusia (WKU SDM) yang juga sebagai Ketua Panitia kegiatan, Supriyadi, kepada suarabaru.id mengatakan dari 32 peserta yang ikut pelatihan akan dikirim ke perusahaan-perusahaan mebel dari anggota HIMKI Jepara. Salah satu contohnya siswa SMK As-Syafi’iyah Kecapi, Tahunan bernama Maulana Nur Rizkiakan yang akan dikirim ke perusahaan mebel Kharisma Jati.
“Sebanyak 17 siswa dari SMKN 1 Bangsri dengan jurusan PPLG 7 pemasaran, Sedangkan 15 siswa SMK Plus As-Syafiiyyah Jurusan Desain Interior dan Teknik Furniture. Mereka akan memperoleh pelatihan selama enam bulan”, pungkasnya.
ua













