blank
Bupati Grengseng Pamuji (tengah) berfoto bersama pemain sepak bola anak yang akan maju ke kejuaraan nasional, hari ini, Jumat (25/7/25). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Bupati Grengseng Pamuji melepas tiga tim sepak bola KU (kelahiran) 2013 atau usia 12 tahun sebanyak dua tim dan KU 2015 atau usia 10 tahun sebanyak satu tim, di pendapa rumah dinasnya, hari ini Jumat (25 Juli 25). Sebanyak 40 anak itu akan berjuang di Turnamen Sepak Bola Nasional di Lapangan Kota Barat Solo, 25-27 Juli 2025.

Bupati memberikan apresiasi yang tinggi dan mengucapkan selamat kepada peserta kegiatan tersebut. “Ini menjadi kebanggaan karena kita bisa mengirimkan kontingen dalam rangka Turnamen Sepak Bola Nasional,” ungkapnya.

Pemkab setempat akan mendukung penuh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga untuk pembinaan atlet muda, karena itu aset kita semua.

Dalam kesempatan itu dia berpesan kepada para atlet, jangan pernah terbebani. Lakukan yang terbaik. Tidak usah memikirkan nanti hasilnya seperti apa. “Pastikan setiap atlet ketika turun pada kondisi fit dan siap memberikan yang terbaik,” harapnya.

Selebihnya dia mengingatkan bahwa hasil bukan urusan atlet. “Kami tidak akan memberikan target. Semua sudah terdidik dan terlatih dengan baik, serta terarah. Pemkab sangat berterima kasih, ini sebuah hal yang luar biasa,” katanya.

Kepada lembaga Sekolah Sepak Bola (SSB) Sano, diminta untuk tidak terlalu menarget prestasi yang terlalu tinggi. “Jangan sampai targetnya prestasi, tapi tidak fokus di pembinaan,” imbuhnya.

Usia Perkembangan

Dia berpesan demikian karena anak-anak masih dalam usia perkembangan. Dia yakin, ke depan pasti akan muncul menjadi atlet-atlet yang bisa muncul di tingkat nasional, bahkan internasional.

Pemilik SSB Sano Football Academy, Joko Kristianto, menuturkan, timnya menjadi perwakilan 16 tim lain untuk kejuaraan nasional. Dalam hal itu pihaknya mengikuti dua kategori, yakni di usia 10 dan 12 tahun. Untuk bisa seperti itu melewati perjuangan turnamen regional. “Akhirnya ikut turnamen nasional di Solo,” tuturnya.

Dijelaskan, persiapannya sejak tiga hari lalu sudah melakukan training center. Itu untuk menyiapkan fisik dan menyusun strategi.

Ketika ditanya mana musuh terberatnya, menurut dia, tidak ada yang berat maupun ringan. Karena semua setara. “Kalau ini mendapat juara, kami mendapat tiket dan akomodasi gratis ke tingkat internasional di Malaysia atau Thailand,” tuturnya.

SSB Sano yang berdiri sejak satu tahun lalu itu sudah mendapat 36 piala. Rinciannya untuk tingkat nasional sudah menang tiga kali.

Salah satu pemain, Sakha Dhamar, warga Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, menyatakan, untuk persiapan fisik dan taktik sudah siap. Dia yakin bisa menang, karena persiapan mentalnya telah matang. Untuk latihannya dilakukan setiap hari.

Eko Priyono