SEMARANG SUARABARU.ID: Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok pemerintah kota Semarang berkolaborasi dengan Bank Indonesia Jawa Tengah meluncurkan program Kempling Semar.
Program ketahanan pangan keliling sematau disingkat Kempling Semarang merupakan upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat. Launching program Kempling Semar dilakukan walikota Semarang bersama perwakilan Bank Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Nasional pengendalian inflasi atau GNPIP.
Program Kempling Semar menghadirkan 8 unit mobil keliling yang akan beroperasi setiap hari hingga akhir tahun 2025.Mobil ini akan menyasar 4 titik RW per hari dengan tujuan merespon langsung gejolak harga dengan cepat dan efisien.
Walikota menegaskan bahwa sistem Kempling Semar akan berbasis data dan pengawasan lapangan sehingga tim akan mendistribusikan bahan pokok ke titik-titik yang terpantau mengalami lonjakan harga signifikan.
Lebih lanjut Walikota menyebutkan bahwa kehadiran mobil Kempling Semar juga sekaligus menjadi bentuk operasi pasar harian untuk menghadirkan kompetisi harga di tengah masyarakat.
Program ini dirancang untuk menyasar titik RW tidak hanya sebagai kegiatan simbolik atau seremonial tetapi sebagai pengawasan aktif yang bergerak berdasarkan data harga riil di lapangan
Sementara itu deputi kepala perwakilan Bank Indonesia provinsi Jawa Tengah Andi Reina Sari menyampaikan apresiasinya atas sinergi Pemkot Semarang bersama Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan
Andi menjelaskan mobil keliling ini selain menjadi alat distribusi juga menunjukkan bahwa pemerintah hadir menjaga kesejahteraan masyarakat melalui inflasi yang terjaga.













