JEPARA (SUARABARU.ID)– Rumini, tukang ukir perempuan asal Desa Senenan yang pada tahun 2024 meraih juara I Lomba Ukir Kategori Perempuan sama sekali tak pernah menyangka, ukiran motif lada hitam karyanya di koleksi dan menjadi hiasan ruang kerja Wakil Menteri Hak Asasi Manusia RI, Mugiyanto.
Sebab saat membeli ukiran berukuran 1,2 m x 60 cm pada pertengahan Mei lalu, Khamsan, tetangganya yang tinggal di Sukodono hanya mengatakan ukiran tersebut untuk hiasan di kantor kementerian di Jakarta. Khamsan adalah pengusaha mebel ukir dan juga teman sekolah SMA Wamen HAM RI, Mugiyanto.

Rumini baru mengetahui jika ukiran tersebut di beli oleh Wakil Menteri HAM RI, Jumat pagi (13/6-2026) dari Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara yang mendapatkan informasi dari Kus Haryadi, pembina Yayasan Peluk Jepara yang juga tetangga dan teman sekolah Mugiyanto. Kus Haryadi juga mengirimkan foto ukiran Rumini yang terpajang di ruangan Wamen HAM RI.
“Alhamdulilah, ukiran saya ada di ruang Bapak Wakil Menteri HAM. Sebagai seorang tukang ukir saya tentu bangga, bahagia dan terharu,” ujar Rumini yang akhir Mei lalu juga mendapatkan penghargaan Kartini Awards untuk Kategori Perempuan Pelestari Ukir.

Menurut Kus Haryadi, Wakil Menteri HAM RI juga mengaku bangga setelah tau ukiran motif Lada Hitam yang di koleksi adalah karya pengukir perempuan yang tidak biasa. “Bahkan Mas Mugi yang saat SMA juga nyambi menjadi tukang ukir ingin memiliki ukiran relief Jepara,” ujar Kus Haryadi.
Sebelumnya, pada tahun 2022, Rumini juga berhasil menyabet Juara II Lomba Ukir Kategori Perempuan Tingkat Kabupaten Jepara.
Ukiran Lada Hitam itu menurut Rukmini adalah ukiran yang digunakan untuk demo ukir para juara saat diselenggarakan pameran ukiran oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di alun-alun Jepara tanggal 2-3 Mei 2025. “Saya kerjakan ukiran itu 2 minggu, masih dengan menyelesaikan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga” terangnya
Menurut Rumini, sebagai seorang pengukir perempuan ia memang sangat menyukai motif lada hitam yang merupakan rempah paling tua dan bernilai tinggi. “Karena itu lada hitam disebut sebagai raja rempah. Selain banyak digunakan sebagai bumbu karena baunya yang sangat tajam, lada juga digunakan untuk pengawet daging, obat, dan bahkan minyak untuk parfum. Semua terkait dengan perempuan,” tuturnya.
Karena dedikasinya dalam melestarikan seni ukir, Rumini bersama beberapa perajin perempuan lainnya juga mendapatkan tugas dari Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara untuk membentuk paguyuban tukang ukir perempuan R.A. Kartini Jepara. “Rencananya pembentukan paguyuban ini akan dideklarasikan bersamqaaan dengan Peringatan Hari Ukir Nasional dan Lomba Ukir pada tanggal 30 Agustus 2025,” ujar Rumini.
Hadepe













