WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Sebanyak 650 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 15 kecamatan di Wonosobo mengikuti “Festival Mendongeng Pendidik PAUD 2025” yang berlangsung di Gedung Adipura.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo ini, dirancang sebagai momentum perayaan kreativitas sekaligus peningkatan kompetensi dan profesionalitas pendidik PAUD dalam mendidik anak usia dini.
Mengusung tema “Budaya Mendongeng sebagai Pintu Pembuka Generasi Bangsa Santun Berdaya”, festival dibuka oleh Bunda PAUD Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat dan diikuti Bunda PAUD di 15 Kecamatan yang ada di Wonosobo.
Dyah menegaskan, usia dini adalah masa emas (golden age) yang sangat menentukan arah tumbuh kembang anak. Para pendidik PAUD dituntut memiliki kompetensi profesional dan pemahaman mendalam terhadap psikologi perkembangan anak sesuai fase usianya.
“Pendidikan pada masa ini merupakan fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Pendidik PAUD harus mampu menjadi komunikator yang efektif dan seniman yang kreatif dalam mendidik,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).
Festival mendongeng tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan pengembangan diri para pendidik, tetapi juga menampilkan kompetisi mendongeng tingkat kecamatan.
Semua peserta membawa cerita bertema kearifan lokal, memperkuat peran dongeng sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus pendidikan karakter. Melalui kegiatan semacam ini, para pendidik tidak hanya belajar teknik mendongeng yang efektif, tetapi juga menguatkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Metode Klasik
“Mendongeng bukan sekadar hiburan tapi juga investasi jangka panjang dalam literasi dan pembentukan karakter anak,” tambah Dyah.
Sebagai bagian dari komitmen Pemkab Wonosobo dalam membangun layanan PAUD berkualitas, festival ini akan memperkuat kolaborasi antara Bunda PAUD di tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa dan seluruh komponen pendidikan serta masyarakat.
“Manfaatkan momentum ini untuk saling belajar dan bersinergi. Kita semua punya tanggung jawab membentuk anak-anak masa depan yang bisa memimpin Wonosobo dan bangsa ini dengan hati yang baik dan pikiran terbuka,” tutur Dyah.
Kepala Disdikpora Wonosobo, Musofa menambahkan, mendongeng adalah metode klasik yang terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, memperkaya kosakata dan menanamkan nilai-nilai moral sejak dini.
Mendongeng adalah pintu masuk dalam membentuk karakter anak, mengajarkan nilai-nilai kebaikan, membangun kecerdasan emosional yang akan memperkuat moral dan kepribadian anak di masa depan.
“Cerita yang menarik membawa anak menjelajah dunia imajinasi sekaligus mengenal struktur narasi, emosi, dan tokoh teladan. Hal itu bisa menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi cerdas, kreatif, dan berakhlak,” tegas Musofa.
Dalam festival juga menghadirkan dongeng inspiratif dari Kak Tedi Kartino, pendongeng nasional dari Kampung Dongeng Indonesia. Para pendidik diajak menyerap ilmu dan teknik mendongeng secara langsung dari ahlinya, memperkuat posisi mereka sebagai pendidik yang juga seniman cerita.
Muharno Zarka













