blank
Kapolres AKBP Jarot Sungkowo (berdiri di podium) menyampaikan paparan terkait upaya yang dilakukan dalam mendukung swasembada pangan. Ikut hadir Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono dan Bupati Setyo Sukarno (duduk menghadap lensa kedua dan kesatu dari kanan).(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SURABARU.ID) – Kapolres AKBP Jarot Sungkowo, menyatakan, dalam mendukung pencapaian program swasembada pangan di Kabupaten Wonogiri, telah membuat 26 pekarangan pangan dan tanam jagung seluas 260 Hektare (Ha).

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, Kapores menyatakan hal itu Senin (21/4/25), saat berlangsungnya diskusi kolaborasi multipihak, dalam mewujudkan pencapaian program swasembada pangan di Kabupaten Wonogiri. Acara ini digelar di ruang Kahyangan Komplek Perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.

Ikut hadir dalam acara tersebut, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono beserta jajaran Forkopimda, dan Pimpinan Dinas Instansi terkait. Dalam kesemapatan itu, Kapolres menyampaikan tentang berbagai upaya dan pencapaian terkait dengan program swasembada pangan yang telah dilakukan Polres Wonogiri.

Polres Wonogiri bersama jajaran, tandas Kapolres, telah membuat 26 pekarangan pangan bergizi yang tersebar di seluruh jajaran Polres maupun Polsek. Untuk pemanfaatan lahan produktif, telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri. Yakni dengan pemanfaatan lahan seluas 230 Hektare (Ha) untuk budidaya tanaman jagung. ”Dengan potensi hasil panen jagung diperkirakan mencapai sebanyak 780 ton,” tandas Kapolres.

Kendala

Kapolres juga menyampaikan, kendala yang dihadapi petani jagung di Kabupaten Wonogiri, karena ada gangguan hewan liar kera yang memangsa jagung. Kecuali itu, juga dihadapkan kendala kurangnya peralatan modern yang dimiliki petani. Utamanya peralatan dalam upaya untuk meningkatkan hasil panen jagung.

Diskusi kolaborasi multipihak tersebut, juga mengungkap peran strategis TNI dan Polri, dalam mendukung program swasembada pangan. Khususnya, dalam hal kolaborasi pengembangan infrastruktur pertanian. Fokus utama adalah perluasan area tanam, serta pembangunan dan perbaikan irigasi tersier untuk mendukung aktivitas pertanian.

Adanya sinergitas antara Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TNI, dan Polri serta instansi terkait, diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian. Juga menciptakan kondisi yang mendukung keberhasilan program swasembada pangan.

Melalui langkah-langkah tersebut, target swasembada pangan dapat tercapai. Sehingga, Wonogiri mampu mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta sebagai kiat dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Bambang Pur)