blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat hadir di acara halal bihalal dan silaturahmi PGRI Cabang Garung. Foto: SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat minta agar kebijakan 5 hari kerja/sekolah di satuan pendidikan untuk dibahas ulang dengan organisasi keagamaan, dinas terkait dan PGRI.

“Perlu ada pemahaman bahwa 5 hari kerja/sekolah tidak akan mengganggu kegiatan mengaji anak-anak di sore hari. Dalam merumuskan kebijakan tentu kami akan selalu mempertimbangkan masukan dari organisasi keagamaan, PGRI dan dinas pendidikan, pemuda dan olahraga,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan Afif Nurhidayat dalam acara “Halal Bihalal dan Silaturahmi PGRI Kecamatan Garung” di GOR Manggala Juang SMP Negeri 1 Garung Wonosobo, Rabu (16/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Afif wanti-wanti jangan sampai ada anak yang putus sekolah atau tidak sekolah di wilayah Garung. Semua anak usia sekolah dipastikan harus bisa menempuh pendidikan sesuai jenjang yang ada.

“Jika ada anak putus sekolah harus dijemput. Antarkan anak-anak sampai ke sekolah. Bila ada masalah biaya, sampaikan saja ke pemerintah. Karena soal biaya sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah dan negara,” tegasnya.

Menyinggung soal silaturahmi atau halal bihalal, Afif menyebut hal itu merupakan sesuatu yang utama. Karena semua orang pasti memiliki kesalahan dengan orang lain. Selama satu tahun bekerja sama dan berkomunikasi pasti ada kesalahan dan kekhilafahan.

“Maka perlu ada silaturahmi, bertemu, bersalam-salaman dan saling memaafkan. Dari situ nanti akan muncul spirit kebahagiaan. Mari kita akhiri permusuhan dan prasangka negatif untuk membangun optimisme dunia pendidikan di Wonosobo,” ajaknya.

Afif juga berterima kasih pada anggota PGRI Kecamatan Garung yang sudah berikhtiar mencurahkan tenaga, pikiran, waktu dan kasih sayang untuk mendidik anak-anak. Semoga mereka bisa menjadi anak-anak yang berguna bagi keluarga, bangsa dan negara.

“Kami pesan curahkan segala kasih sayang dan pikiran untuk memikirkan anak-anak/murid. Tapi jangan sampai lupa dengan keluarga (anak dan suami/istri) sendiri. Jangan sampai seperti lilin yang bisa menerangi orang lain tapi dirinya sendiri malah terbakar,” sebutnya.

“Jika murid-murid bisa sukses, lanjut Afif, maka anak-anak sendiri harus lebih sukses. Jangan sampai terlalu asyik memberikan perhatian pada orang lain tapi anak sendiri tidak diperhatikan. Karena yang fundamental adalah keluarga. Bagaimana bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah,” imbuhnya.

Muharno Zarka