blank
Anggota DPRD Jateng, Yudi Indras, meminta pembangunan biogas ternak DLH di Kota Semarang untuk sementara dihentikan. Foto: HP

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Proyek pembangunan kandang sapi milik Pemkot Semarang senilai Rp 3,6 miliar di Kecamatan Gunungpati berhenti sementara. Tak adanya IMB dan Amdal ditambah penolakan warga mengakibatkan pembangunannya dihentikan.

Dalam rapat sosialisasi “Pembangunan Instalasi Biogas Limbah Ternak Sapi” di Kelurahan Pongangan Gunungpati, Selasa (29/11/2022), terungkap bahwa perizinan pembangunan dari APBD Pemkot Semarang 2022 itu belum lengkap.

Pada mulanya, Camat Gunungpati, Sabar Trimulyono, yang membuka acara menyampaikan perihal proyek tersebut. Ia menyinggung jika ada warga Nongkosawit yang menentang meski belum tahu secara detail peruntukan bangunan itu nanti.

Perlu diketahui, lokasi Kandang sapi ini sejatinya berdiri di lahan bengkok seluas kurang lebih 1 hektar milik Kelurahan Pongangan Kecamatan Gunungpati. Namun, letak lahan tersebut jauh dari warga Pongangan dan justru berdampingan dengan permukiman di Randusari.

Mengetahui hal itu, anggota DPRD Jateng, Yudi Indras, dari dapil Kota Semarang menilai pemaparan Camat kurang tepat. Menurutnya, ada persoalan sosialisasi yang tak tepat dari pemerintah. Yudi banyak menerima keluhan soal rencana kandang sapi yang dekat pemukiman warga tersebut.