blank
Kapolres Magelang. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)-Warga Kabupaten Magelang yang meninggal akibat Covid-19 dalam tahun 2021 sebanyak 1.114 orang. Sementara jumlah warga yang terkonfirmasi positif Corona sebanyak 22.955 orang, yang sembuh 21.838 orang.

Kapolres AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan hal itu dalam jumpa pers akhir tahun, Jumat (31/12) sore. Disebutkan, jumlah penduduk daerah itu sebanyak 1.295.019 orang. Target sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.029.210 orang.

Capaian vaksinasi oleh Polres Magelang sebanyak 205.842 orang. Dari target sebanyak itu yang telah divaksin dosis pertama sebanyak 88.393 orang atau 42,94 persen. Lalu yang divaksin dosis kedua 65.732 orang atau 31,93 persen. Sedangkan yang vaksin dosis ketiga sebanyak 318 orang.

“Jumlah totalnya sebanyak 154.443 orang atau 75,03 persen,” jelasnya.

Disebutkan, dalam rangka penanganan Covid-19, polisi juga melakukan operasi yustisi yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Magelang.

Dalam tahun ini Polres Magelang juga menyalurkan bantuan sosial kepada pedagang kaki lima dan warung. Jumlah sasarannya 3.500 orang, dengan jumlah bantuan Rp 4,2 miliar.  Itu dilakukan sejak 18 September hingga 26 Oktober.

Selebihnya ditandaskan, di tahun 2022 ini dia memiliki beberapa harapan kepada masyarakat. Yakni meningkatkan disiplin dalam menjaga protokol kesehatan. Utamanya dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19. Serta untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia juga mengharapkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam hal mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas termasuk tindak kejahatan dan penanggulangan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Magelang.

Kapolres juga mengharapkan meningkatnya kedisiplinan dalam hal mematuhi peraturan lalu lintas. Tak lain guna meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban lalu lintas (kamseltiblantas) dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kapolres juga minta masyarakat untuk menyaring sebelum menge-share tulisan melalui media sosial. Sehingga tidak menyebarkan berita hoaks. Juga jangan mudah terpengaruh berita-berita yang tidak jelas sumbernya. “Saring sebelum share,” pintanya.

Saling menghormati perbedaan dan menghindari intoleransi, juga menjadi harapan dia. Karena Indonesia masih memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Yakni, walau berbeda-beda tetap satu jua. Kita masih menghormati berbagai macam agama, adat istiadat, serta keyakinan.

“Karena apabila tidak saling menghormati dapat menjadi atensi terjadinya runtuhnya persatuan dan kesatuan NKRI,” tandasnya.

Eko Priyono