SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2020 akan dilaksanakan KONI Jawa Tengah, di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis-Jumat (17-18/2020) mendatang.
Persiapan panitia yang diketuai Sekum KONI Heny Setyawati sudah dilakukan, dan kini tinggal persiapan akhir menjelang pelaksanaan.
”Kini kita tinggal checking terakhir, sebelum pelaksanaan. Semua persiapan, sudah berjalan lancar,” kata Heny, saat rapat panitia di Kantor KONI Jateng, belum lama ini.
BACA JUGA : KONI Kota Semarang Sosialisasi Perda Keolahragaan
Ketua Umum KONI Jateng, Subroto, yang hadir dalam rapat itu mengingatkan, agar materi yang akan dibahas dalam rapat benar-benar tuntas. Dia menyebutkan, RAT tahun ini padat materi, karena akan menghadapi beberapa even besar pada tahun 2021 mendatang.
”Pada 2021 ada PON Papua, kemudian Musyawarah Provinsi yang berkaitan dengan suksesi kepemimpinan. Juga persiapan akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022. Jadi bahasan kita nanti cukup menguras energi,” imbuh Subtoro.
Namun dia tidak mau menyinggung soal kriteria calon ketua. Dia menyebut, hal itu menjadi tanggung jawab bidang organisasi panitia RAT. ”Tentu saja semuanya harus mengacu AD/ART,” kilahnya.
Atas hal itu, Heny menyebut semuanya sudah disiapkan. Dikatakannya, materi persidangan sudah dikirim ke KONI Kota/Kabupaten dan Pengprov cabang olahraga, terhitung mundur 14 hari.
”Materi sudah kami kirim via email, terhitung 14 hari menjelang pelaksanaan. Ini tentu sesuai AD/ART, sekaligus memberi waktu kepada anggota KONI Jateng untuk mempelajari materi,” ungkap dia.

Online
Lebih lanjut Heny menjelaskan, RAT akan diikuti utusan dari 35 KONI Kabupaten/Kota dan 67 Pengprov. Namun karena saat ini sedang dalam pandemi covid-19, maka rapat akan dilakukan dengan blended, yakni dengan dua cara, luring (tatap muka) dan daring (online).
”Biasanya utusan KONI kabupaten/Kota dan Pengprov masing-masing tiga orang hadir di area RAT. Kali ini hanya seorang yang hadir, dan dua lainnya mengikuti online dari wilayah masing-masing. Dengan demikian, utusan yang hadir ada 102 orang, 204 lainnya mengikuti rapat lewat online,” paparnya.
Pengetatan jumlah peserta ini dilakukan, dalam rangka menjalani protokol kesehatan. Protokol lainnya adalah, seluruh peserta dan panitia wajib menjalani rapid test, untuk memastikan mereka tidak terpapar virus corona.
”Jangan sampai arena RAT menjadi klaster baru covid-19. Apalagi saat ini terjadi peningkatan jumlah orang yang terpapar virus,” lanjutnya.
Mengenai teknis pelaksanaan rapid test, Heny menyerahkan kepada para peserta. Artinya, sebelum berangat ke RAT, calon peserta sudah membawa keterangan sudah dilakukan rapid test, dengan hasil nonreaktif.
Riyan













