SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi hadirnya Sekolah Lansia Salimah (SALSA) yang telah berhasil melakukan wisuda Angkatan Pertama, sejak berdiri pada 2025 lalu.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh. Agus Junaidi, menyampaikan SALSA sebagai wujud konsistensi sekolah dalam menghadirkan program pemberdayaan lansia.
Mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, dalam agenda Wisuda Angkatan Pertama SALSA, Sabtu 19 Juli 2026, ia bangga bahwa di Kota Semarang ada Sekolah Lansia Salimah dengan program pendidikan nonformal.
Materinya meliputi keagamaan, kesehatan, psikologi, keterampilan sosial, pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan teknologi, hingga senam ramah lansia. Program ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Semarang dalam memperluas akses pendidikan inklusif.
“Program seperti Sekolah Lansia Salimah sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif,” kata Agus Junaidi, dalam agenda Wisuda Angkatan Pertama SALSA, Minggu 19 Juli 2026, di Aula Kecamatan Tembalang.
Selain menambah pengetahuan, kata Agus, program ini juga menjadi ruang silaturahmi agar para lansia tetap aktif berinteraksi, saling mendukung, dan terhindar dari kesepian.
Ia juga mengatakan Dinas Sosial Kota Semarang terbuka untuk berkolaborasi, baik dalam pengembangan program, dukungan sarana prasarana, maupun program pemberdayaan sosial lainnya termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas.
“Melalui kolaborasi pemerintah dan ormas, diharapkan semakin banyak lansia mendapat kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hidup,” katanya.
Pengurus Daerah PD Salimah Kota Semarang sukses menyelenggarakan Wisuda Sekolah Lansia Salimah SALSA Angkatan I. Sebanyak 22 wisudawati dari Sekolah Lansia Salimah Kecamatan Tembalang dan Banyumanik resmi diwisuda setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran selama satu tahun penuh.
Wisuda perdana ini menjadi tonggak penting sejak Grand Opening Sekolah Lansia Salimah Kota Semarang 2025. Sekaligus menegaskan komitmen Salimah memperluas akses pendidikan sepanjang hayat bagi para lanjut usia.
Ketua PD Salimah Kota Semarang, Farida, menyebut wisuda ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk penghargaan atas semangat belajar para lansia yang terus bertumbuh.
“Belajar tidak mengenal batas usia. Kami berharap para lulusan SALSA tetap menjadi pribadi yang aktif, sehat, mandiri, dan terus memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Ucapan selamat juga datang dari Pengurus Wilayah PW Salimah Jawa Tengah. PW berharap para wisudawati dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Semoga seluruh wisudawati Sekolah Lansia Salimah senantiasa hidup bahagia, sehat, dan mandiri, sebagaimana semangat dan jargon SALSA,” kata Arie Setiawati, perwakilan PW Salimah Jateng.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat seperti wisuda pada umumnya. Dimulai dari prosesi masuk mengenakan toga, penyematan samir, pemindahan tali toga, penyerahan piagam, hingga sesi foto bersama.
Suasana haru dan bangga menyelimuti aula saat keluarga memberikan apresiasi kepada para wisudawati.
Acara semakin semarak dengan penampilan dari kelompok SALSA Tembalang dan Banyumanik. Berbagai pertunjukan menunjukkan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk terus berkarya, belajar, dan tampil percaya diri.
Secara nasional, Sekolah Lansia Salimah SALSA telah diikuti lebih dari 10.000 peserta yang tersebar di 37 provinsi dan 406 kabupaten/kota di Indonesia.
Keberhasilan Wisuda Angkatan I ini menjadi motivasi PD Salimah Kota Semarang untuk terus memperluas jangkauan SALSA. Tujuannya agar semakin banyak lansia menikmati pendidikan sepanjang hayat dan mewujudkan lansia yang bahagia, sehat, dan mandiri.
Persaudaraan Muslimah Salimah adalah organisasi kemasyarakatan perempuan yang lebih dari 25 tahun berkomitmen memberdayakan perempuan, anak, keluarga, dan lansia melalui program pendidikan, sosial, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah Sekolah Lansia Salimah SALSA dengan semangat ‘Lansia Bersama Salimah, Bahagia, Sehat, dan Mandiri’.
Hery Priyono













