BLORA (SUARABARU.ID)– Kabupaten Blora memperoleh bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk merehabilitasi ratusan jaringan irigasi pada 2026.
Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), pemerintah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 38 miliar guna memperkuat infrastruktur irigasi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Program P3TGAI merupakan program padat karya yang berfokus pada pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi perdesaan. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola tipe IV oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) bersama masyarakat setempat.
Selain meningkatkan layanan irigasi dan produktivitas pertanian, program tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja di desa-desa lokasi kegiatan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Blora, Surat, mengatakan Kabupaten Blora menjadi salah satu daerah penerima bantuan P3TGAI dari Kementerian PU pada tahun anggaran 2026.
“Pada 2026, Kabupaten Blora mendapatkan bantuan Program P3TGAI dari Kementerian PU dengan total anggaran lebih dari Rp 38 miliar. Program ini dilaksanakan secara swakelola tipe IV sehingga masyarakat dan kelompok petani dilibatkan langsung dalam pelaksanaannya,” ujar Surat, Kamis (16/07/2026).
Surat menjelaskan, bantuan tersebut terbagi dalam dua wilayah kewenangan. Untuk daerah irigasi Bengawan Solo, terdapat 28 P3TGAI yang akan melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi. Lokasinya tersebar di 20 desa pada enam kecamatan, yakni Jiken, Randublatung, Jati, Kradenan, Kedungtuban, dan Cepu.
Sementara itu, di wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana, rehabilitasi akan dilaksanakan pada 168 titik jaringan irigasi. Setiap titik memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp. 195 juta yang telah mencakup biaya pelaksanaan pekerjaan.
“Untuk wilayah Bengawan Solo terdapat 28 P3AI yang tersebar di enam kecamatan. Sedangkan di wilayah BBWS Pamali Juana, rehabilitasi akan menyasar 168 titik jaringan irigasi dengan alokasi anggaran sekitar Rp 195 juta untuk setiap titik,” jelas Surat.
Lebih lanjut, Surat menyampaikan, Kecamatan Ngawen menjadi wilayah dengan jumlah lokasi rehabilitasi terbanyak, yakni 70 titik. Disusul Kecamatan Blora sebanyak 26 titik, Jepon 21 titik, Todanan 16 titik, Banjarejo 11 titik, Kunduran 10 titik, Jiken dan Tunjungan masing-masing empat titik, serta Bogorejo dan Japah masing-masing tiga titik.
Surat menegaskan, pelaksanaan P3TGAI diharapkan mampu memperbaiki kondisi jaringan irigasi yang selama ini menjadi penunjang utama sektor pertanian. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, pasokan air ke lahan pertanian akan lebih terjamin sehingga produktivitas petani meningkat dan target ketahanan pangan dapat tercapai.
“Harapannya, jaringan irigasi menjadi lebih baik, kebutuhan air untuk pertanian terpenuhi, hasil panen meningkat, dan masyarakat sekitar juga memperoleh manfaat ekonomi melalui program padat karya ini,” pungkas Surat.
EL Nyunanto













