BLORA (SUARABARU.ID)– Upaya sosialisasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora membuahkan hasil positif. Belum genap satu tahun sejak resmi membuka layanan pembuatan paspor, kantor tersebut berhasil menarik minat ribuan masyarakat dari Kabupaten Blora, Grobogan, hingga Rembang untuk mengurus dokumen perjalanan ke luar negeri.
Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, sebanyak 3.231 permohonan paspor tercatat selama periode Januari hingga Juni tahun ini. Tingginya angka permohonan tersebut menunjukkan layanan keimigrasian yang lebih dekat dengan masyarakat mendapat respons yang sangat baik.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Djoko Ardyanto Wibowo mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari sosialisasi yang terus dilakukan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial.
Menurut Djoko, kehadiran Kantor Imigrasi di Blora memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan cukup jauh ke Kabupaten Pati untuk mengurus paspor. Kini, warga cukup datang ke layanan yang tersedia di Blora, Grobogan, maupun Rembang dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen asli yang dipersyaratkan.
“Alhamdulillah, animo masyarakat sangat tinggi. Dari Januari hingga Juni kami telah menerima 3.231 permohonan paspor. Ini menunjukkan masyarakat semakin mengetahui bahwa layanan Imigrasi kini sudah hadir lebih dekat dan lebih mudah dijangkau,” ujar Djoko, Kamis (16/07/2026).
Djoko menjelaskan, meningkatnya jumlah pemohon juga dipengaruhi momentum libur sekolah. Sebagian besar masyarakat mengajukan paspor untuk keperluan wisata ke luar negeri bersama keluarga.
Ruang Tunggu Nyaman
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora juga menghadirkan ruang tunggu yang nyaman. Selama menunggu proses penerbitan paspor, pemohon dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti kopi, es krim, dan makanan ringan yang disediakan secara gratis.
“Peningkatan jumlah pemohon dipengaruhi momentum libur sekolah. Rata-rata masyarakat mengajukan paspor untuk keperluan wisata ke luar negeri. Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan, kami juga menyediakan ruang tunggu yang nyaman lengkap dengan minuman dan makanan ringan bagi para pemohon,” jelas Djoko.
Salah seorang pemohon paspor, Resky Marta Amalia, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan Kantor Imigrasi di Kabupaten Blora. Menurutnya, keberadaan kantor tersebut membuat proses pengurusan paspor menjadi lebih praktis karena warga tidak lagi harus datang ke Kabupaten Pati.
“Saya sangat terbantu karena sekarang tidak perlu jauh-jauh ke Pati. Pelayanannya dekat, prosesnya juga cepat dan mudah,” kata Resky.
Resky menuturkan, dirinya mengetahui keberadaan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora dari unggahan di media sosial. Setelah itu, ia mencari informasi mengenai alamat kantor melalui internet dan menemukan bahwa pelayanan berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Blora.
Ia menilai keberadaan layanan yang mudah diakses tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan media sosial sebagai sarana sosialisasi cukup efektif menjangkau masyarakat.
“Saya mengetahui adanya Kantor Imigrasi Blora dari unggahan di media sosial. Setelah saya cari lagi di internet, ternyata pelayanannya ada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Blora. Menurut saya, sosialisasi melalui media sosial sangat efektif karena informasinya mudah ditemukan dan memudahkan masyarakat yang ingin mengurus paspor,” ungkap Resky.
El Nyunanto













