blank
Aksi Ayyoub Bouaddi saat mengontrol bola, ketika Maroko jumpa Brazil di penyisihan Grup C Piala Dunia FIFA 2026, yang digelar di New Jersey Stadium, AS, Sabtu (13/6/2026). Foto: dok/gettyimages

blankOleh: Amir Machmud NS

// dunia masih mempercaturkan para mahadewa/ messi, ronaldo, mbappe, juga haaland/ jangan lupa menyertakan/ yamal, bouaddi, atau olise/ yang memancarkan cahaya/ di langit terang/ untuk masa depan sepak bola//
(Sajak “Bintang-bintang Muda”, 2026)

SOROTAN utama sepak bola dunia, tak pelak lagi adalah Lamine Yamal. Walaupun mungkin terbebani status sebagai calon pengganti Lionel Messi, namun dia memang kandidat terkuat dari stok para bintang muda yang kini ada. Zlatan Ibrahimovic pun mengakuinya.

Di luar Yamal, diam-diam anak muda Maroko ini juga menyita perhatian. Dalam laga perdana Grup C melawan Brazil, dia memberi cahaya untuk performa gemerlap Singa-singa Atlas. Ya, Ayyoub Bouaddi, calon pahlawan baru Maroko yang tak canggung bahu membahu dengan para senior Achraf Hakimi, Yassine Bonou, Brahim Diaz, Sofyan Amrabat, Abdessamad Elzazzaoli, atau Ismael Saibari.

Dua nama ini, Yamal dan Bouaddi, memberi warna di Piala Dunia 2026. Messi memang masih menggila dengan mengukir rekor demi rekor. Mbappe dan Haaland pun unjuk kesuburan. Bahkan, dalam usia 41, Cristiano Ronaldo juga masih mampu membukukan gol. Namun Yamal dan Bouaddi memancarkan magnet yang berbeda.

Legenda AC Milan, Zlatan Ibrahimovic tak ragu menyebut Lamine Yamal sebagai yang terbaik di generasinya. Dia menjadi pembeda bagi Spanyol, dengan kapasitas skill yang dimiliki. Kemampuan dan cara melewati lawan untuk mengubah jalannya laga merupakan kelebihan bintang muda Barcelona itu.

Dua penggawa muda Prancis ini tentu tak boleh diabaikan: Michael Olise dan Desire Doue. Keduanya tak kalah menyala di tengah sinar Kylian Mbappe yang tetap menjadi andalan Tim Ayam Jantan. “Daun-daun” muda itu menjadi elemen eksotika lain yang bisa merebut masa depan sepak bola.

Dari Asia, tercatat bintang-bintang Jepang yang moncer seperti Atase Ueda (Feyenoord), Junya Ito (Genk), Hiroki Ito (Bayern Muenchen), dan Daichi Kamada (Crystal Palace). Ketiganya berkembang menjadi kunci yang mendampingi para senior seperti Yuto Nagatomo, Takefusa Kubo, Wataru Endo, dan Keito Nakamura. Cahaya Asia pun merebak dari mereka.

Jangan pula dilupakan anak-anak muda yang mendampingi Lionel Messi sebagai masa depan Tim Tango. Thiago Almada, Giuliano Simeone, dan Valentin Barco. Mereka melengkapi penggawa tim juara empat tahun lalu yang kini semakin matang: Julian Alvarez, Alejandro Garnacho, dan Enzo Fernandes.

Ayyoub Bouaddi
Wonderkid Maroko yang menjadi sorotan utama adalah Ayyoub Bouaddi. Bocah 18 tahun ini tampil memukau ketika Maroko menahan Brazil 1-1.

Dia bermain untuk LOSC Lille di Ligue 1, satu klub dengan pemain timnas Indonesia Calvin Verdonk.

Bouaddi adalah gelandang modern yang berkarakter tenang. Dribelnya progresif untuk keluar dari tekanan (press resistance). Dia kuat dalam intersep dan memenangkan duel, sama dengan skill Lamine Yamal di skuad Spanyol.

Dalam laga melawan Brazil, dia mencatat akurasi umpan 91 persen, memenangkan sembilan duel, dan membuat lima intersepsi. Bouaddi masuk dalam susunan pemain terbaik putaran pertama versi Opta.

Sebelum memilih untuk membela tim senior Maroko, dia adalah mantan kapten Timnas Prancis U-21. Kecerdasannya sebagai gelandang pengatur serangan bisa dinikmati dari potongan video-video duel Maroko vs Brazil.

Ismael Saibari
Sedangkan Ismael Saibari memperlihatkan bakat besarnya sebagai “seniman” Negeri Maghribi. Lahir pada 28 Januari 2001, gelandang serang Pasukan Singa Atlas itu kini menjadi andalan PSV Eindhoven di Eredivisie Belanda.

Pencetak gol indah ke gawang Brazil, dengan chip berkelas yang mengecoh kiper Alisson Becker ini lahir di Spanyol, namun memilih memperkuat timnas Maroko.

Skill, determinasi, dan ketenangannya menjadi kunci bagi Maroko dalam mendikte tim lawan di barisan penggempur.

Masih banyak waktu bagi para “daun muda” itu untuk unjuk kecakapan hingga pertandingan-pertandingan Piala Dunia makin mengeskalasi.

Sambil menikmati aksi-aksi dan menjadi saksi rekor Lionel Messi dan Ronaldo, para bintang masa depan itu kini merintis jejak sebagai legenda. Bagi kita, nikmatilah ini sebagai pestanya masa depan sepak bola.

Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi tiga kategori generasi. Pertama, ajang menoreh sejarah para bintang yang siap-siap pensiun seperti Cristiano Ronaldo dan Messi; unjuk kematangan bintang-bintang usia emas seperti Mbappe (27), Haaland (25), Vinicius Junior (25), atau Julian Alvarez (26); serta unjuk daya pikat “daun-daun muda”.

Lamine Yamal-kah yang bakal memuncak, Ayyoub Bouaddi, Michael Olise, atau yang lain?

— Amir Machmud NS; Wartawan Suarabaru.Id