blank
Salah satu siswa berprestasi berfoto bersama orang tua dan kepala Madrasah usai menerima penghargaan pada acara pelepasan dan perpisahan siswa MA Matholi'ul Huda Troso. Foto : Syaifur Rahman

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk menghadapi kehidupan yang lebih luas. Pesan tersebut disampaikan Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, H. Ahmad Harisul Haq, Lc., dalam acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas IX MTs serta Kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso yang digelar pada Kamis (18/6/2026).

Di hadapan para siswa, wali murid, dan dewan guru, ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kualitas akhlak dan kedekatannya kepada Allah SWT.

Menurutnya, para lulusan akan memasuki lingkungan yang lebih luas dengan berbagai tantangan dan godaan yang semakin kompleks. Karena itu, fondasi agama harus menjadi pegangan utama dalam menjalani kehidupan.

blank
Kepala MA Matholi’ul Huda Troso, H. Ahmad Harisul Haq, Lc., memberikan pembekalan kepada para lulusan menjelang akhir masa pendidikan mereka. Ia mengingatkan pentingnya akhlak, ibadah, dan penghormatan kepada orang tua serta guru sebagai bakal kehidupan. Foto : Syaifur Rahman

“Ilmu yang kalian peroleh selama ini harus dijaga dan diamalkan. Jangan sampai setelah lulus justru melupakan nilai-nilai yang telah diajarkan di madrasah,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa salah satu amalan yang harus senantiasa dijaga oleh para lulusan adalah salat lima waktu. Menurutnya, salat merupakan tiang agama sekaligus benteng yang dapat menjaga seseorang dari berbagai perbuatan yang tidak baik.

Dalam sambutannya, H. Ahmad Harisul Haq, Lc. mengajak para siswa untuk tetap menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.

blank
Para murid dan wali murid mengikuti rangkaian acara pelepasan dan perpisahan siswa MA – MTs Matholi’ul Huda Troso dengan khidmat. Foto : Tribowo

Selain menjaga hubungan dengan Allah SWT, para lulusan juga diingatkan untuk terus berbakti kepada kedua orang tua. Ia menyebut bahwa keberhasilan yang diraih para siswa hingga hari ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan kerja keras orang tua yang selalu mendukung pendidikan putra-putrinya.

“Jangan pernah melupakan jasa orang tua. Apa yang kalian capai hari ini adalah hasil dari perjuangan mereka yang tidak selalu terlihat,” ujarnya.

Menurutnya, restu orang tua merupakan salah satu kunci keberkahan dalam menuntut ilmu maupun meraih kesuksesan di masa depan. Karena itu, para siswa diminta untuk selalu menjaga sikap, menghormati, dan membahagiakan kedua orang tua mereka.

Pada kesempatan tersebut, H. Ahmad Harisul Haq, Lc. juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MA Matholi’ul Huda Troso.

Ia mengakui bahwa selama proses pendidikan berlangsung, tentu masih terdapat berbagai kekurangan yang belum dapat memenuhi seluruh harapan masyarakat. Oleh karena itu, ia mewakili seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan wali murid.

“Kami atas nama keluarga besar MA Matholi’ul Huda Troso memohon maaf apabila selama mendidik putra-putri panjenengan masih terdapat kekurangan maupun kesalahan. Semoga segala ilmu yang telah diberikan dapat membawa manfaat dan keberkahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki sesuai bidang dan minat masing-masing.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa prestasi akademik harus selalu berjalan beriringan dengan akhlak yang baik. Menurutnya, seseorang yang memiliki ilmu tinggi tetapi tidak diiringi akhlak mulia akan sulit memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Karena itu, para lulusan diminta untuk senantiasa menjaga nama baik keluarga, almamater, dan masyarakat tempat mereka berasal.

Menjelang akhir sambutannya, H. Ahmad Harisul Haq, Lc. mengajak seluruh siswa untuk tidak melupakan jasa para guru yang telah membimbing mereka selama bertahun-tahun.

Ia berharap hubungan silaturahmi antara guru dan alumni tetap terjaga meskipun para siswa telah melanjutkan pendidikan atau menempuh perjalanan hidup di tempat yang berbeda.

“Ketika kalian sukses nanti, jangan lupakan guru-guru yang pernah mengajarkan huruf demi huruf, ilmu demi ilmu, dan doa demi doa untuk kalian,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang menghangatkan suasana acara pelepasan dan perpisahan. Di tengah kebahagiaan menyambut masa depan, para lulusan diingatkan bahwa bekal terpenting yang harus dibawa bukan hanya ijazah dan prestasi, tetapi juga iman, akhlak, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru yang telah mengantarkan mereka hingga titik tersebut.

Fikri Haikal