blank
Praktik penyembelihan kambing oleh siswa. Foto: Sub.

​JEPARA ( SUARABARU. ID) – Seluruh siswa kelas XI, baik dari Jurusan IPA maupun IPS, kelas reguler maupun tahfidh hari ini, Kamis, 18 Juni 2026 mengikuti Praktikum Ibadah Penyembelihan Hewan Kurban dan Aqiqah.

​Kegiatan yang menjadi program wajib madrasah ini dipandu langsung oleh KH. Moh. Rusydi, guru pembimbing keterampilan agama didampingi Wakasis Ahmad Munif, serta guru pendamping Rokib, Subhan, dan Ahmad Sabiq Muizzuddin.

blank
Kepala MA NU Nahdlatul Fata, H. Nur Khandir buka kegiatan Praktikum Ibadah Penyembelihan hewan kurban. Foto: Sub.

​Kepala MA NU Nahdlatul Fata, H. Nur Khandir, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar formalitas nilai di rapor. Tujuan utamanya adalah mempersiapkan mental dan skill nyata anak didik saat nanti mengabdi di lingkungan rumah mereka.

​”Kami ingin siswa-siswi mengikuti praktikum ini dengan baik dan benar. Jadi, saat mereka nanti terjun langsung di tengah masyarakat, mereka sudah terampil dan percaya diri melaksanakan penyembelihan hewan yang sah secara Syar’i,” ujar H. Nur Khandir.

Wakasis Ahmad Munif menuturkan, pihak madrasah sengaja menyiapkan 2 ekor kambing, 2 ekor ayam, dan 2 ekor bebek. Hal tersebut bertujuan agar siswa-siswi memiliki keterampilan menyembelih hewan dengan karakteristik yang berbeda-beda, seperti ayam dan bebek yang justru sangat tinggi frekuensinya dan dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

blank
Antusiasme siswi- siswi ikuti penjelasan praktik penyembelihan hewan. Foto: Sub

​Sebelum praktik penyembelihan hewan, Kiai Rusydi memberikan pembekalan teori yang cukup mendalam. Ia menekankan aspek kemanusiaan (ihsan) terhadap hewan serta aturan fikih yang ketat agar daging yang dikonsumsi statusnya menjadi halal.

​Beberapa poin penting yang diajarkan dan langsung dipraktikkan meliputi penggunaan alat yang super tajam. Menggunakan pisau yang tajam hukumnya wajib agar proses berjalan cepat dan tidak menyiksa (menyakiti) hewan. Selain itu, penyembelihan harus memastikan terputusnya hulqum (saluran pernapasan) dan mari’ (saluran makanan). Sebagian ulama juga menyunnahkan untuk memotong dua urat pembuluh darah (wadajain) di kanan dan kiri leher agar darah keluar maksimal.

Aspek lain yang sangat penting diperhatikan adalah penyembelih wajib beragama Islam, wajib membaca lafal Basmalah, serta disunnahkan membaringkan hewan dengan posisi menghadap kiblat.

​Setelah simulasi dan contoh langsung diperagakan oleh Kiai Rusydi, suasana menjadi riuh penuh semangat saat Sultan, salah satu perwakilan siswa kelas XI, maju ke depan. Dengan tangan yang mantap dan bimbingan guru, Sultan sukses mempraktikkan langsung ilmu yang baru saja ia dapatkan.  Secara bergantian Abdul Rozak, Rifqi Muzammil, Ilham Mahfudh turut mempraktikkan penyembelihan, bahkan Novita Rustriningsih salah satu siswi tampil percaya diri untuk menyembelih ayam.

​Melalui kegiatan ini, MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan membuktikan bahwa pendidikan agama di madrasah tidak hanya mandek  dalam tataran teoritis, melainkan hidup dan siap menjawab kebutuhan riil di masyarakat.

Fikri – Sub