SEMARANG (SUARABARU.ID) — Tingkat optimisme masyarakat terhadap roda ekonomi di Provinsi Jawa Tengah pada periode Mei 2026 dilaporkan tetap berada dalam kondisi yang terjaga dan stabil.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, indikator positif ini tecermin dari angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kokoh mencapai 116,05.
Angka tersebut secara meyakinkan berada di atas ambang batas psikologis 100, yang menandakan bahwa persepsi publik masih berada di level yang sangat optimis.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menyampaikan, pencapaian impresif di tingkat provinsi ini terpantau sejalan dengan tren hasil Survei Konsumen di level nasional.
Geliat optimisme serupa juga dilaporkan merata di sejumlah wilayah sentra ekonomi utama di Jawa Tengah, seperti Kota Semarang, Solo, Purwokerto, hingga Tegal, yang seluruhnya kompak bertahan pada zona ekspansi.
“Terjaganya keyakinan ini ditopang erat oleh pandangan positif masyarakat terhadap lanskap ekonomi saat ini, sekaligus tingginya ekspektasi terhadap performa ekonomi di masa mendatang,” katanya, Kamis 18 Juni 2026.
Dirinya menjelaskan, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) per Mei 2026 sukses menyentuh angka 108,75, didorong oleh stabilnya tingkat penghasilan, ketersediaan lapangan kerja yang memadai, serta daya beli masyarakat yang konsisten terhadap barang-barang tahan lama.
Lebih lanjut, prospek perekonomian Jawa Tengah dalam jangka menengah diproyeksikan bakal terus menunjukkan performa yang kuat. Optimisme masa depan ini tergambar jelas dari raihan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang melonjak di level 123,35.
“Angka tinggi ini sekaligus mengonfirmasi kepercayaan diri yang besar dari konsumen terkait kepastian penghasilan, perluasan lapangan kerja, serta keberlanjutan iklim dunia usaha yang kondusif hingga enam bulan ke depan,” pungkasnya.













