blank
Dr. Irwin Lamtota, MKed(OG), SpOG, dokter spesialis kandungan. Foto: Dok/SB

Pada kesempatan tersebut, dokter Irwin menyoroti masih banyaknya perempuan yang mengabaikan perubahan pada tubuhnya sendiri.

Menurutnya, budaya takut mengetahui penyakit masih cukup kuat di masyarakat. “Kadang perempuan sebenarnya sadar ada perubahan pada tubuhnya, tapi dianggap normal. Ada juga yang tahu itu tidak normal, tapi memilih diam karena takut,” ujar dokter Irwin.

Ia menjelaskan beberapa tanda yang perlu diwaspadai perempuan antara lain munculnya benjolan di payudara atau perut, perubahan siklus menstruasi, hingga perdarahan setelah berhubungan suami istri.

“Kalau ada benjolan di perut yang makin membesar, itu tidak boleh dianggap biasa. Begitu juga kalau menstruasi berubah terus menerus atau muncul perdarahan setelah hubungan suami istri,” jelasnya.

Menurut data WHO, kanker payudara kini menjadi kanker paling banyak ditemukan pada perempuan di dunia. Sementara kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dokter Irwin mengatakan, kanker serviks sering terlambat diketahui karena pada stadium awal hampir tidak menimbulkan gejala.

“Banyak pasien datang saat stadium sudah lanjut karena sebelumnya merasa tidak ada keluhan. Padahal kanker serviks termasuk kanker yang sebenarnya bisa dicegah,” katanya.

Ia menjelaskan hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Karena itu, vaksinasi HPV dan pemeriksaan rutin seperti IVA Test maupun Pap Smear menjadi langkah penting untuk pencegahan.

Dalam diskusi tersebut, kedua dokter sepakat bahwa deteksi dini menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan kanker. Semakin cepat ditemukan, peluang kesembuhan pasien juga semakin besar.

Mereka mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan tubuh sekecil apa pun. Sebab kanker tidak selalu datang dengan rasa sakit hebat di awal. Banyak kasus justru dimulai dari tanda-tanda ringan yang sering diabaikan.

Ning S