GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Lembaga Alkitab Indonesia melalui kegiatan Pekan Alkitab LAI sukses menyedot perhatian masyarakat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Antusiasme jemaat Kristiani di Grobogan tampak begitu tinggi sejak hari pertama kegiatan yang dipusatkan di GKJ Purwodadi, Rabu (28/5/2026).
Kegiatan Pekan Alkitab LAI tersebut berlangsung selama tiga hari hingga 30 Mei 2026. Sejumlah agenda menarik disiapkan panitia untuk menyambut antusiasme jemaat Kristiani di Grobogan.
BACA JUGA : Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Meninggal di Tempat Wisata Temanggung
Mulai dari ibadah pembukaan, jalan sehat, pameran Museum Alkitab, bazar literasi, hingga berbagai perlombaan edukatif.
Sejak pagi hari, kawasan Pastori GKJ Purwodadi dipadati pengunjung dari berbagai usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar oleh LAI tersebut.
Suasana semakin meriah saat penampilan marching band mengiringi kegiatan jalan sehat yang menjadi salah satu agenda pembuka Pekan Alkitab tahun ini.
BACA JUGA : Menguatnya Dukungan Internasional untuk Proposal Indonesia tentang Tata Kelola Royalti Digital
Kepala Bagian Perpustakaan dan Museum LAI, Albert Tambunan, mengaku bersyukur melihat sambutan hangat masyarakat Purwodadi terhadap kegiatan tersebut.
“Puji Tuhan, dari tadi pagi saya melihat antusiasme masyarakat luar biasa sekali. Banyak pengunjung dari anak-anak hingga orang tua datang ke pameran Museum Alkitab setelah gerak jalan,” ujar Albert saat ditemui di lokasi acara.
Dalam pameran tersebut, LAI menghadirkan berbagai koleksi replika media tulis kuno yang digunakan dalam proses penulisan Alkitab pada masa lampau.
Pengunjung dapat melihat langsung replika tablet tanah liat, papirus, hingga gulungan kuno yang menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan kitab suci umat Kristiani.
Tidak hanya itu, LAI juga menampilkan perjalanan panjang penerjemahan Alkitab di Nusantara melalui sejumlah naskah bersejarah.

Beberapa koleksi yang dipamerkan di antaranya naskah A.C Ruiyl hingga Alkitab berbahasa Latin yang berasal dari Eropa.
Zona visualisasi benda-benda yang disebutkan di dalam Alkitab juga menjadi salah satu area favorit pengunjung selama pameran berlangsung.
BACA JUGA : Semarak Pekan Alkitab LAI di Purwodadi: Jemaat Kristiani Grobogan Ramaikan Jalan Sehat hingga Intip Benda Kuno
Banyak pengunjung terlihat tertarik saat melihat visualisasi berbagai perlengkapan dan benda bersejarah yang selama ini hanya mereka kenal melalui cerita di dalam Alkitab.
Salah satu yang paling menarik perhatian ialah penjelasan mengenai senjata yang digunakan Daud saat menghadapi Goliat.
“Anak-anak sampai orang tua baru menyadari, oh, ternyata yang digunakan Daud itu bukan ketapel seperti yang kita tahu sekarang, tapi umban dan batu. Bendanya memang berbeda secara historis,” jelas Albert tersenyum.
Menurut Albert, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan rohani, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah Alkitab kepada masyarakat.
Edukasi Penerjemahan Alkitab
LAI juga memanfaatkan momentum Pekan Alkitab untuk mengedukasi jemaat mengenai tantangan besar dalam proses penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa daerah di Indonesia.
Berdasarkan data Summer Institute of Linguistics tahun 2023, Indonesia memiliki sekitar 718 bahasa daerah yang masih digunakan masyarakat.
Namun hingga kini, LAI baru berhasil menerjemahkan Alkitab secara lengkap ke dalam 39 bahasa daerah.
BACA JUGA : Menjadi Sosok Orang Tua Teladan dan Anak yang Saleh
Albert menjelaskan bahwa proses penerjemahan Alkitab membutuhkan waktu yang sangat panjang dan melibatkan banyak pihak.
“Proses penerjemahan Alkitab itu tidak mudah, bisa memakan waktu hingga 20-an tahun. Sangat disayangkan jika Alkitab yang ada di rumah hanya dibaca seminggu sekali,” ungkap Albert menekankan pentingnya membaca Alkitab setiap hari untuk menumbuhkan iman.
Kota Kedua
Selain menghadirkan pameran sejarah Alkitab, panitia juga membuka bazar produk literasi kristiani yang menyediakan berbagai buku dan perlengkapan rohani untuk semua usia.
Kegiatan lain seperti lomba mewarnai, menggambar, cerdas cermat, hingga seminar edukatif juga diikuti para pelajar dan jemaat dari berbagai gereja di Grobogan.
Purwodadi menjadi kota kedua dalam rangkaian kegiatan Pekan Alkitab tahunan yang digelar LAI setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Timika, Papua.
BACA JUGA : Lapas Semarang Distribusikan Daging Kurban untuk Masyarakat dan Warga Binaan
Setelah menyelesaikan agenda di Grobogan, LAI dijadwalkan melanjutkan kegiatan serupa ke Kupang pada Agustus mendatang.
Kunjungan tersebut, kata Albert, sebagai bagian dari pelayanan literasi Alkitab di berbagai daerah Indonesia.
Albert mengungkapkan, Lembaga Alkitab Indonesia berharap masyarakat semakin memahami sejarah penulisan dan penerjemahan Alkitab.
Di samping itu, Albert berharap dengan event ini sekaligus menumbuhkan minat membaca kitab suci dalam kehidupan sehari-hari pada diri para jemaat.
Antusiasme jemaat Kristiani di Grobogan selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa Pekan Alkitab LAI tidak hanya menjadi ajang edukasi rohani, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarjemaat di Kabupaten Grobogan.
TYA WIDYA













