JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana pendapa kecamatan Pakis Aji, Selasa pagi 25 Mei 2026 kemarin mendadak menjadi haru biru ketika Mujoko, SH, MH menyampaikan kata-kata perpisahan karena akan segera memasuki masa pensiun. Pejabat yang mengawali karir sebagai PNS di lingkungan Departemen Penerangan 33 tahun lalu itu memang tercatat lahir pada bulan Mei 1968 yang berarti memasuki Batas Usia Pensiun alias usia 58 tahun pada awal Juni 2026.
“Saya sudah mengalami penempatan di berbagai OPD seperti RSU, Kominfo, Juga Kecamatan Mlonggo dan terakhir bersama bapak ibu dipercaya memimpin pelayanan kepada masyarakat kecamatan Pakis Aji ini,” katanya sedikit menceritakan riwayat perjalanan karir yang telah dijalani. Mujoko sendiri tercatat lahir di Ponorogo Jawa Timur, dan beristrikan seorang Bidan dari desa Sekuro Kecamatan Mlonggo yang bertugas di Puskesmas Mlonggo 1.

Dalam acara yang diselenggarakan jajaran pemerintah kecamatan Pakis Aji dan dihadiri forkopimcam, petinggi, perangkat desa, BPD, tokoh agama, tokoh Masyarakat, kepala-kepaka kantor instansi dan unsur-unsur masyarakat se kecamatan Pakis Aji itu, Mujoko masih sempat meluncurkan produk aplikasi berbasis system online untuk memudahkan warga masyarakat Pakis Aji dan sekitarnya dalam hal permintaan peminjaman penggunaan pendapa dan barang inventaris kecamatan. Aplikasi itu dinamakan SIJAMPANG PAKIS AJI, singkatan dari Sistem Peminjaman Pendapa dan Barang di Kecamatan Pakis Aji.

“Dengan fasilitas ini tentunya warga akan imudahkan untuk mengajukan ijin peminjaman sekaligus bisa mengetahui apakah di tanggal yang dikehendaki sudah ada yang meminjam atau belum, cukup dengan memeriksa di HP masing-masing, tidak harus ke kantor kecamatan lebih dulu” jelasnya. Selanjutnya aplikasi ini bisa di akses secara realtime di alamat : https://sijampangpakisaji.github.io/si-jampangpakisajioke/
Keberadaan aplikasi ini menjadi salah satu kebanggan juga bagi Zulaekhah Almunawaroh, S.Sos, MH, Sekretaris Kecamatan Pakis Aji yang baru menjabat kurang lebih dua bulan. “Semoga ini menjadi salah satu hal positif untuk Masyarakat Pakis Aji, “ komentarnya Ketika dimintai tanggapan, “apalagi system berbasis web ini seratus persen dirancang dan dikembangkan oleh internal kecamatan sendiri, yaitu Bapak Sarjono, kasubag umpeg kami yang juga sama-sama orang baru disini,” jelasnya lebih lanjut.
Di kesempatan berbeda, Sarjono alias Mbah John, yang sebelumnya selama lebih dari lima belas tahun dikenal sebagai tenaga yang menangani masalah data dan teknologi informasi di Dinas Dikpora dan sejak dua bulan lalu ditugaskan sebagai kasubag umum dan kepegawaian di kecamatan Pakis Aji menjelaskan bahwa apliaksi Si Jampang ini bisa dibilang baru LAHIRAN, ke depan tentu masih butuh dikasih bedak, diminyaki, dikasih rok, dan sebagainya. “Artinya tentu masih ada pengembanganpengembangan lebih lanjut agar semakin nyaman ketika dimanfaatkan oleh warga.” katanya.
Hadepe – Mbah John













