blank
Ilustrasi. Foto: Reka SB.ID

blank

BAPAK Presiden Prabowo, perkenalkan saya Tukiman Tarunasayoga, berusia 78 tahun. Kegiatan saat ini, masih mengajar pada program pascasarjana di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, juga sebagai ketua Dewan Penyantun di perguruan tinggi itu.

Serial tulisan mingguan saya di platform SuaraBaru.ID dalam tiga bulan terakhir ini topiknya ialah Dadi…….. ; seperti misalnya Dadi Ati, Dadi Klilip, Dadi Wadal, Dadi Geger, Dadi Daging, dll. Tiba saatnya pada minggu ini topiknya adalah Dadi lan apike……., persembahan khusus kagem panjenenganipun Bapak Presiden Prabowo.

Satu, sangat mengagumkan betapa prima dan berkualitasnya kesehatan dan energi Bapak saat ini. Luar biasa! Jaga terus, Bapak; dan kondisi seperti ini dalam kosa kata Jawa terwakili lewat ungkapan: “Saiki, pancen dadi lan apike……….. “ untuk menegaskan bahwa kondisi kesehatan dan energi yang prima sangat diperlukan di tengah derap langkah-langkah pembangunan yang memang serba cepat dan strategik.

Baca juga Dadi Lakon

Dua, Bapak Presiden, memang bakal dadi lan apike ……… apabila kesehatan dan energi prima ini betul-betul terus dijaga, dan jangan sampai terkesan terhambur-hamburkan secara -maaf-. kurang bermanfaat. Contoh kecil saja terkait dengan hal ini: Bapak Prabowo memang jago dan tampak sekali menikmati ketika berpidato. Energi sangat besar/banyak pasti bapak keluarkan untuk berpidato seperti itu.

Mengapa saya sebutkan sebaiknya energi prima tidak dihamburkan sekedar untuk pidato? Bapak, saat ini, banyak sekali orang yang suka “memotong-potong” pidato siapa pun, termasuk tentunya pidato Bapak.

Potongan-potongan semacam itu dianggap jauh lebih cepat viral, dan banyak orang tidak peduli lagi dengan konteks keseluruhan pidato. Begitu potongan pidato itu viral; rasanya memancing untuk harus ditanggapi. Energi lagi untuk menanggapi ……………, dan terkuras lagi energi keluar, padahal semestinya tidak perlu.

Baca juga Dadi Wadal

Tiga, Bapak Presiden, dadi lan apike …………. jika Bapak berpidato lewat membaca naskah pidato yang sudah disiapkan. Dengan cara seperti itu energi bapak tersimpan baik untuk kepentingan lainnya yang jauh lebih membutuhkan energi bapak.

Empat, Bapak Prabowo, dadi lan apike…………….. jika capaian-capaian spektakuler secara kuantitatif yang telah diperoleh selama ini diimbangi dengan upaya-upaya kualitatifnya. Panjenengan memang hebat dalam hal mendorong, mengajak, dan memerintahkan agar semua pihak berderap-derap bersemangat mengibarkan pembangunan merah putih di mana-mana. Bakal dadi lan apike…….. jika upaya mengejar mutu (kualitas) terus juga dipacu dan dipacu penuh energi.

Lima, Bapak Presiden Prabowo, dadi lan apike ………saya kutipkan puisi Kahlil Gibran (Sang Nabi) sebagai berikut: Seorang terpelajar datang meminta sebuah uraian tentang bicara; maka jawabnya:

Engkau bicara, jikalau tidak menemukan kedamaian dengan pikiran, yaitu tiada tahan lagi bersembunyi diri dalam hati; maka kauhidup dengan bibirmu, dan suara katamu menjadi hiburan perintang kalbu.

Dalam kebanyakan ucapan, setengah pikiran tenggelam binasa, sebab fikiran adalah burung angkasa semesta, yang dalam kurungan bentuk kalimat dan kata, meski dapat jua membeberkan sayapnya, namun takmungkin terbang ke angkasa raya.

………….. Biarkanlah batin suaramu bicara dengan batin telinganya; oleh sebab batinnyalah yang akan menyimpan pesan hatimu.

Sebagaimana citarasa anggur terkenang selalu; padahal warnanya telah terlupa dan serat buahnya telah lama tiada.”

Selamat bekerja Bapak Prabowo, tetap semangat penuh energi mengabdi Nusa bangsa Merah Putih; jangan lupa bahagia dan selalu ingat bakal dadi lan apike ……

Amin.

JC Tukiman Tarunasayoga, pemerhati masalah Pendidikan dan budaya Jawa tinggal di Ungaran