blank
Bupati Setyo Sukarno (membungkuk kanan) didampingi Sekda FX Pranata (berdiri kedua dari kiri) menandatangani naskah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, sebagai bagian dari pelaksanaan RPJMD Tahun 2025-2029.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pembangunan Kabupaten Wonogiri Tahun 2027, difokuskan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Yang itu didukung tata kelola pemerintahan serta sarana prasarana (Sarpras) memadai, guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan hal tersebut, saat memberikan pemaparan tentang arah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, sebagai bagian dari pelaksanaan RPJMD Tahun 2025-2029. Acara ini berlangsung Selasa (31/3/26) di Pendapa Kabupaten Wonogiri, dalam forum Musrenbang penyusunan RKPD Tahun 2027.

Kata Bupati, tema pembangunan 2027 difokuskan pada pengembangan SDM unggul, didukung tata kelola pemerintahan serta sarana prasarana yang memadai, demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Terdapat tiga fokus utama pembangunan, yakni peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Adapun empat sasaran yang ingin dicapai, meliputi terwujudnya ekonomi berdaya saing dan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel, SDM yang maju dan produktif. Berikut terciptanya harmonisasi manusia dengan lingkungan.

Indikator

Sejumlah indikator capaian secara makro ditargetkan pada Tahun 2027. Yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 sampai 7,25 persen, penurunan tingkat kemiskinan 8,78-9,17 persen, PDRB per kapita Rp 43,67 juta. Juga target penanggulangan pengangguran terbuka 1,44-1,74 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 74,14, serta Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) 89.

Bupati menyatakan, penyusunan RKPD 2027 menghadapi berbagai keterbatasan, seperti ketidakpastian dana transfer daerah, dinamika geopolitik global, hingga penerapan kebijakan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD. Di sisi lain, masih banyak usulan pembangunan dari masyarakat yang harus diakomodasi.

Untuk itu, program prioritas diarahkan pada peningkatan akses destinasi wisata, penguatan sarana perdagangan dan pertanian, pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Berikut penyediaan rumah layak huni, pengelolaan sampah, mitigasi bencana, serta penguatan SDM berbasis inovasi.

Kata Bupati, penting juga mengenai perencanaan partisipatif berbasis data, inovasi di tengah keterbatasan fiskal, serta optimalisasi sumber pendanaan di luar APBD, termasuk dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan CSR. Dengan langkah tersebut, diharapkan pembangunan daerah tetap berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.(Bambang Pur)