blank
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo (kedua dari kiri) memberikan pengarahan dalam apel kesiapsiagaan Tim Negosiator dan Tim Gakkum.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Untuk mengantisipasi kemunculan unjuk rasa (Unra), Polres Wonogiri Pimpinan Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, menyiapkan Tim Negosiator dan Penegakan Hukum (Gakkum).

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, penyiapan Tim Negosiator dan Tim Gakkum, Senin (30/3/26), ditandai dengan menggelar apel pengecekan kesiapsiagaan personel. Apel digelar di halaman Mapolres Wonogiri dan dipimpin langsung oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.

Apel diikuti oleh Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto bersama para Pejabat Utama (PJU), semua Kapolsek jajaran, serta seluruh anggota Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, dalam arahannya menyampaikan, apel pengecekan ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk Kapolda Jawa Tengah, terkait pembentukan Tim Negosiator dan Tim Gakkum di setiap Polres. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan, dalam menghadapi dinamika perkembangan situasi Kamtibmas.

“Perkembangan situasi global dan potensi ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, dapat memicu terjadinya unjuk rasa. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi segala kemungkinan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menekankan, tentang pentingnya seluruh personel untuk terus memonitor situasi secara intensif. Yakni mengedepankan langkah preventif, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan humanis dan profesional, lanjut Kapolres, harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Peleton

Sebagai langkah konkret, Polres Wonogiri membentuk Peleton Negosiator yang terdiri dari 60 personel. Tim ini, berperan sebagai mediator sekaligus “kawan demokrasi” yang mengedepankan komunikasi persuasif dan musyawarah, guna meredam potensi konflik.

Selain itu, Polres Wonogiri juga membentuk dua Tim Gakkum, yakni tim penanganan perkara pidana akibat unjuk rasa anarkis dan kerusuhan massa, serta tim penanganan unjuk rasa anarkis yang melibatkan perempuan dan anak-anak. Kedua tim ini, diharapkan dapat bekerja secara profesional, sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya penguatan koordinasi antar fungsi. Tujuannya, untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, demi tetap terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Wonogiri.

Di akhir arahannya, Kapolres Wonogiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi, kerja keras dan loyalitas dalam menjaga keamanan wilayah.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, apel berlangsung dengan lancar dan menunjukkan kesiapan awal yang cukup. Namun demikian, peningkatan koordinasi, komunikasi dan profesionalisme personel, masih diperlukan guna mencapai hasil optimal.(Bambang Pur)