SEMARANG (SUARABARU.ID) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang memastikan layanan aliran air bersih kepada pelanggan tetap stabil dan aman selama masa mudik serta libur Hari Raya Idulfitri 2026.
Plt. Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal, Hariyadi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan skema mitigasi jika terjadi kendala teknis di lapangan. Salah satu langkah antisipasi utama adalah penyediaan armada tangki air yang siap beroperasi 24 jam.
“Jelang Lebaran, aliran air sejauh ini tidak ada masalah. Namun, kami sudah menyiapkan 17 armada mobil tangki untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu selama masa mudik,” ujar Hariyadi, Selasa 17 Maret 2026.
Hariyadi merinci, sistem piket pegawai telah diatur secara ketat selama masa libur. Setiap harinya, terdapat tiga petugas piket pada pagi hari dan dua petugas pada sore hari yang bersiaga.
Selain itu, terdapat enam mobil tangki khusus yang diposisikan standby setiap saat, di mana dua armada selalu siap sedia ketika dibutuhkan untuk mensuply air baku.
“Masyarakat yang membutuhkan layanan darurat tinggal menghubungi call center kami yang beroperasi 24 jam. Kami siap merespons kebutuhan pelanggan kapan pun,” tambahnya.
Di sisi lain, manajemen Tirta Moedal juga baru saja merampungkan “Operasi Ketupat Lebaran” yang menyasar penertiban tagihan pelanggan.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Moedal, Yulianto Prabowo, mengungkapkan bahwa operasi yang berlangsung selama lima hari tersebut berjalan efektif dalam meningkatkan kedisiplinan pembayaran.
“Hasilnya cukup baik. Rata-rata setiap hari kami menerima penerimaan tagihan sekitar Rp100 juta per cabang. Dengan total lima cabang, dalam lima hari kemarin terkumpul hampir setengah miliar rupiah,” jelas Yulianto.
Meski bertindak tegas, Yulianto menekankan bahwa pihaknya masih memberikan toleransi bagi pelanggan yang memiliki kendala ekonomi dengan skema angsuran. Tercatat sekitar 10 hingga 20 persen pelanggan memilih opsi mencicil tunggakan mereka.
Namun, tindakan tegas berupa pemutusan aliran tetap dilakukan bagi pelanggan yang tidak menunjukkan komitmen pembayaran, terutama bagi mereka yang menunggak di atas tiga bulan. Rata-rata terdapat 70 sambungan yang diputus selama operasi tersebut.
“Operasi ini sekaligus menjadi upaya menyadarkan pelanggan agar menjadikan pembayaran air sebagai skala prioritas, setara dengan kebutuhan pulsa atau persiapan Lebaran lainnya. Dengan pembayaran yang lancar, kami bisa terus meningkatkan kualitas dan perluasan pelayanan bagi seluruh masyarakat Semarang,” pungkas Yulianto.













