blank
Perayaan Cap Go Meh Sekolah Karangturi sangat inklusif, diikuti berbagai kalangan menjadi wujud kebhinekaan. Foto: Panitia

Adapun bentuk kegiatannya adalah karnaval budaya, bazar kuliner dan nonkuliner, pentas seni siswa, atraksi naga dan barongsai, masak besar bersama, dan atraksi kuda lumping. “Kami tampilkan pula band, tari, vokal dengan lagiu-lagu Jawa yang dutampilkan para siswa Seklah Karangturi. Di sini kita tampilkan aksen lokal, termasuk kuda lumping yang kami datangkan dari Sumowono, Kabupaten Semarang,” tambah Sugiyarto.

Dikataka, selain menjadi ajang hiburan, acara ini juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi siswa dalam mengenal nilai toleransi, kreativitas, kolaborasi, serta apresiasi terhadap tradisi budaya Tionghoa dan nusantara.

blank
Karnaval budaya Cap Go Meh Sekolah Karangturi bertrajuk “The Fire Horse Festival’, Jumat 6 Maret 2026. Foto: Panitia

Sugiyarto menambahkan, perayaan ini diharapkan dapat menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan penuh semangat. “Melalui The Fire Horse Festival, kami ingin menghadirkan perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. Ini adalah momen untuk merayakan keberagaman dan memperkuat nilai persatuan,” ujar dia.

R. Widiyartono