blank
Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi Harjanto Halim mengikuti karnaval budaya pada perayaan Cap Go Meh bertajuk "The Fire Hprse Festival" di Sekolah Karangturi, Graha Padma Semarang, Jumat (6/3/2026). Foto: Panitia.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sekolah Karangturi kembali menggelar kegiatan Cap Go Meh, Jumar 6 Maret 2026. Di Sekolah Karangtturi Graha Padma Semarang. Sekolah Karangturi merupakan institusi pendidikan di Semarang yang mengedepankan karakter, inovasi, nilai kebhinekaan, serta keseimbangan kegiatan akademik dan nonakademik.

Gelaran Cap Go Meh 2026 yang berlangsung pukul 15.00 – 19.15 ini bertajuk “The Fire Horse Festival”, bertepatan dengan Tahun Kuda Api. Ketua Panitia Cap Go Meh Sekolah Karangturi Sugiyarto mengatakan, nilai kebhinekaan ini tercermin dalam Cap Go Meh 2026 yang menandai hari ke-15 dan sekaligus hari terakhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dalam tradisi Tionghoa.

Menurut Sugiyarto, tahun Kuda Api melambangkan semangat dan kerja keras. Festival Cap Go Meh kali ini tidak hanya untuk kalangan sendiri, termasuk para rang tua siswa.

“Tetapi terbuka, siapa pun boleh hadir dan mengikuti acara. Ini wujud multikultural yang tidak hanya ada di ranah teori,” ujar Sugiyarto.

blank
Tokoh Bhiksu Tong Sam Cong bersama Cu Pat Kai dan Sha Wu Ching tokoh dalam Kera Sakti (Sun Go Kong) mengikuti parade budaya. Foto: Panitia

Dengan konsep perayaan terbuka seperti ini, tambah Sugiyarto, masyarakat umum dapat hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara. Kiranya toleransi dapat kita jaga bersama melalui acara Cap Go Meh 2026 di Sekolah Karangturi.

“Perayaan di Sekolah Karangturi tidaklah eksklusif karena terbuka untuk umum dan busana yang dikenakan oleh para peserta beragam, mulai dari pakaian bernuansa imlek seperti cheongsam, warna merah dan emas, kebaya, surjan, dan lain sebagainya,” ujar Sugiyarto.

Menurut Sugiyarto, dengan semangat Tahun Kuda Api 2026, perayaan Cap Go Meh tahun ini dirancang sebagai festival budaya yang semarak dan inklusif. “Acara ini menjadi wujud komitmen Sekolah Karangturi dalam melestarikan keberagaman budaya sekaligus mempererat kebersamaan antara siswa, orang tua, alumni, dan masyarakat luas. Beragam kegiatan menarik telah dipersiapkan untuk memeriahkan festival,” kata Sugiyarto.