GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Dua remaja usia kisaran 15 tahun, Levi Hengki Kurniawan dan Adi Aryaguna, dilaporkan tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (18/2/2026), sekitar pukul 15.30 WIB.
Informasi kejadian pertama kali diperoleh dari warga yang melihat peristiwa itu, yang kemudian diteruskan pada perangkat desa, dilanjutkan dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang, melalui Pos SAR Jepara, pukul 18.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, satu Tim Rescue Pos SAR Jepara, diberangkatkan menuju lokasi kejadian, pada pukul 18.10 WIB, untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan bersama unsur SAR gabungan.
BACA JUGA: FGD Renja 2027 Disdukcapil Kota Magelang
”Kami menerima informasi, adanya dua remaja hanyut di sungai Dukuh Ngambleg dan langsung mengirimkan tim dari Pos SAR Jepara, untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.
Menurut dia, berdasarkan keterangan di lapangan, kedua korban yang merupakan warga setempat, diketahui sedang bermain dan mandi di pinggir sungai. Asyik bermain, salah satu korban terpeleset dan terbawa arus sungai.
Korban lainnya berusaha menolong, namun justru ikut terbawa arus deras. Karena mereka tidak dapat berenang, keduanya pun terbawa arus dan tenggelam.
BACA JUGA: Gerak-Gerik Mencurigakan Terekam CCTV, Polisi Ringkus Pasangan Pencuri Motor di Kudus
Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan gerimis, dengan arus sungai yang cukup kencang, serta debit air yang tinggi. Kedalaman sungai di area pinggiran lokasi kejadian, diperkirakan sekitar dua meter, sehingga korban dengan cepat terbawa arus dan tenggelam.
Kejadian ini menunjukkan, pentingnya pemahaman risiko oleh masyarakat, terhadap bahaya lingkungan perairan, khususnya saat debit air meningkat.
Dalam melakukan pencarian, tim SAR yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Jepara, BPBD Kabupaten Grobogan, Polsek Tegowanu, Koramil Tegowanu, serta warga setempat, mengerahkan peralatan SAR air lengkap, seperti Aqua Eye, pelampung dan juga perahu karet.
BACA JUGA: TPP PNS di Kudus Belum Cair, Bupati: Jangan Suka Mengeluh, Segera Dirapel
Pencarian sendiri dilakukan dengan melakukan penyisiran di sungai, dengan menggunakan dua perahu karet, dan juga penyisiran di pinggir sungai dengan berjalan kaki.
”Sampai saat ini, (Kamis 19/2/2026-red), debit air masih tinggi, namun cuaca cukup cerah. Harapan kami, tim bisa segera menemukan kedua korban,” tukas Budiono, dalam keterangan singkatnya melalui WhatsApp.
Riyan













