SEBUAH ruas jalan berkelok di kawasan Sumba Timur kini menjadi salah satu pemandangan alam yang banyak menarik perhatian wisatawan. Suasana alam yang masih alami membuat banyak orang merasa tenang saat melintas di jalur ini.
Bukit Tanarara, nama kawasan ini. Kini menjadi destinasi wisata perbukitan sabana yang menakjubkan di Desa Katiku Tana, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini juga dikenal dengan julukan “tanah merah” dan pemandangan bukit bergelombang yang memukau.
Jalan ini membelah perbukitan dan savana yang luas. Ada yang menyebutnya sebagai salah satu jalan terindah di Indonesia. Di sepanjang perjalanan, pengunjung dapat melihat hamparan rumput, bukit-bukit yang bergelombang, serta langit yang terbuka lebar tanpa terhalang bangunan.
Bukit Tanarara dapat diakses dari pusat kota Waingapu dengan perjalanan darat. Akses menuju kawasan ini cukup mudah ditempuh oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, pengendara tetap disarankan memastikan kondisi kendaraan prima karena kontur jalan yang naik turun.

Keindahan pemandangan di Bukit Tanarara terlihat berbeda pada setiap musim. Saat musim hujan, savana tampak hijau segar dan udara terasa lebih sejuk. Rumput tumbuh subur dan bukit terlihat lebih hidup. Sementara itu, pada musim kemarau, warna savana berubah menjadi kuning keemasan yang khas.
Seorang pengunjung bernama Santy mengaku sangat menyukai suasana di kawasan tersebut. Ia merasakan, udara di Bukit Tanarara begitu sejuk dan pemandangannya sangat indah. βTempat ini cocok untuk melepas penat dan menikmati ketenangan alam,β ujar Santy.
Banyak pengunjung memanfaatkan jalan di Bukit Tanarara sebagai tempat berhenti sejenak untuk berfoto atau menikmati pemandangan. Lekukan jalan yang mengikuti bentuk bukit membuat suasana berkendara terasa menyenangkan, terutama pada pagi dan sore hari.













