blank
Secara aklamasi, Soenarto (ketiga dari kiri) menerima amanah menjadi Ketua GP Ansor Wonogiri untuk periode 2026-2030.(Dok.Slamet Mugiono)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Wonogiri, kini memiliki nahkoda baru. Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar pada Ahad (8/2/26), Soenarto, secara aklamasi didaulat menjadi Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP
Ansor Wonogiri untuk masa khidmat 2026–2030.

Slamet Mugiono, Senin (9/2/26), mengabarkan, terpilihnya sosok pengusaha muda ini Soenarto, diharapkan akan membawa angin segar bagi organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Soenarto, selama ini dikenal gigih mengangkat potensi lokal mete Wonogiri ke pasar yang lebih luas. Dia dinilai memiliki visi kemandirian ekonomi, yang selaras dengan kebutuhan organisasi di era modern.

Konfercab VI ini dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Pengasuh Ponpes Sunan Gunung Jati sekaligus Rois Syuriah PCNU, Ketua PCNU H Mubarok. Juga Ketua Baznas Kabupaten Wonogiri dan seluruh Ketua Badan otonom NU.

Dalam pidato perdananya pasca terpilih, Soenarto, menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak hanya akan berfokus pada kaderisasi dan ideologi saja, Tapi, tandasnya, juga akan melakukan pemberdayaan ekonomi kader. Ia menyoroti pentingnya Ansor Wonogiri harus menjadi organisasi yang mandiri. ”Kita memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa. Latar belakang saya di dunia usaha, khususnya di Mete Cumbri,” kata Soenarto.

Pengalaman berbisnisnya, telah mengajarkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, potensi lokal bisa menjadi kekuatan
global. ”Semangat inilah yang akan saya bawa ke dalam tubuh Ansor,” ujarnya di hadapan ratusan peserta Konfercab.

Proses pemilihan ketua, berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kental, namun tetap berlangsung demokratis. Para perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting se-Wonogiri, sepakat
membulatkan suara untuk mendaulat Soenarto menjadi pimpinan  GP Ansor Kabupaten Wonogiri.

Peserta menilai, rekam jejaknya dalam membesarkan GP Ansor, disebutkan menjadi bukti kapabilitas manajerial yang mumpuni. Hal ini dianggap krusial, untuk menata administrasi dan program kerja organisasi empat tahun ke depan.

Salah satu peserta konferensi dari PAC Purwantoro, mengungkapkan optimismenya. Sebab yang bersangkutan adalah representasi santri milenial yang sukses. Diharapkan, di tangan Soenarto, Ansor Wonogiri bisa lebih inovatif, melek digital dan program-program kewirausahaannya bermanfaat bagi para kader bisa berjalan nyata.(Bambang Pur)