blank
IPHI Ranting Jetis, Kecamatan dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar pengajian di Masjid Al-Falah, dalam upaya meningkatkan keimanan, perkuat ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi.(Dok.Begug SW)

SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Tujuan diselenggarakan pengajian, utamanya untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Demikian dikemukakan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ranting Jetis, Kabupaten Sukoharjo, H Sugiyarto MPd.

Sugiyarto menyatakan hal tersebut, saat menyampaikan sambutan pada acara pengajian bagi para jamaah haji wilayah Ranting Jetis Sukoharjo. Pengajian rutin ini, digelar di masjid Al-Falah Madyorejo RT 1/RW 7, Kelurahan Jetis, Kecamatan dan kabupaten Sukoharjo.

Begug Suwarman, mengabarkan, pengajian dibuka dengan sambutan Ketua Takmir Masjid Al Falah, Ir Rudy Setyohadi. Rudy menyampaikan ucapan selamat datang, dan berharap semoga kita dapat mengikuti kajian ini dengan baik dan istiqomah.

Dalam kesempatan ini, Tahsin Qur’an surat Al Imran ayat 195 disampaikan oleh H Tri Minarno SH dan diikuti para jamaah yang hadir. Kemudian dilanjutkan sambutan Ketua IPHI Ranting Jetis, Sukoharjo H Sugiyarto MPd. Yang menyatakan bahwa pengajian ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Utamanya bagi para jamaah haji wilayah Ranting Jetis Sukoharjo. Juga untuk meningkatkan iman yang berkelanjutan. Terlebih lagi, bahwa sebentar lagi akan menjalankan puasa. ”Jadi kita bisa menyikapi apa yang kita lakukan di bulan Ramadhan bisa lebih meningkat,” ujar Sugiyarto.

Tauziah disampaikan oleh Ustadz Hanif Mujaddid LC, MA, dengan membawakan tema “Puasa.” Disebutkan, puasa Sya’ban, terutama di pertengahan bulan (Nisfu Sya’ban), bermakna sebagai persiapan pisik dan spiritual, untuk menyambut Ramadan. Menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, serta waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Disebutkan, Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan ini, karena merupakan waktu mulia.

Terkait dengan terjadinya bencana di beberapa daerah, hendaknya disikapi dengan bersabar, ikhlas,dan yakin itu ujian dari Allah, untuk meningkatkan iman atau menghapus dosa. Ucapkan kalimat istirja (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un), bertawakal, beristighfar. ”Jadikan musibah sebagai momen introspeksi diri, untuk mendekatkan diri kepada Allah,” tandas Ustadz Hanif.(Bambang Pur)