blank
Paa prajurit TNI dari Koramil Kismantoro bersama anggota Polsek setempat, tampil memimpin kerja bakti gotong royong di lokasi bencana hujan angin.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Rumah dan gudang unit penggilingan padi (rice mill) serta kandang ternak, roboh diterjang angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. Kejadian ini, berlangsung di Dusun Jaten RT 4/RW 6 Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Warga menyebutkan, awalnya turun hujan deras dan kemudian disertai angin kencang. Ini membuat panik warga masyarakat. Dampak dari hujan angin ini, telah merobohkan rumah dan gudang unit rice mill serta kandang ternak milik Miyo di Dusun Jaten, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Kismantoro AKP Budiyanto, melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Minggu (8/2/26), menyatakan, bencana tersebut terjadi Jumat malam (6/2/26) Pukul 20.00. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Petugas Polsek Kismantoro yang menerima laporan Sabtu pagi (7/2/26), langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan. Bersama personel prajurit TNI dari Koramil Kismantoro, dilakukan penanganan darurat di lokasi bencana. Ini dilakukan dengan melibatkan Perangkat Desa dan warga masyarakat, untuk bergotong royong menyingkirkan puing-puing reruntuhan.

Kepada warga masyarakat, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Utamanya ketika datang hujan deras yang disertai angin kencang. Kewaspadaan perlu ditingkatkan pada bangunan nonpermanen yang rawan roboh ketika ada tiupan angin kencang. ”Bila terjadi sesuatu, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat,” ujar AKP Anom Prabowo.

Gempa

Polres Wonogiri, berupaya memastikan memantau terus perkembangan situasi Kamtibmas, serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan saat ini. Langkah ini, demi memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

Sementara itu, dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi Jumat dinihari (6/2/26) lalu, dilaporkan jumlahnya bertambah. Tidak hanya melanda 8 wilayah kecamatan saja, tapi ada tambahan lagi 1 kecamatan, sehingga berjumlah 9 kecamatan. Dampak kerusakan, awalnya terdata setidak-tidaknya sebanyak 23 bangunan di 8 dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonogiri.

Tapi laporan menyusul, dampak gempa tersebut juga menimbulkan kerusakan pada gedung SMK ‘Panter (depan terminal)’ PGRI 2 di Kecamatan Selogiri yang rusak pada bagian atap. Kemudian gedung SMK Negeri 1 di Kecamatan Pracimantoro, yang dinding temboknya retak.

Sebelumnya, data awal yang masuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, mencatat dampak kerusakan terjadi di 8 wilayah kecamatan. Terdiri atas Kecamatan Tirtomoyo, Giritontro, Jatiroto, Jatipurno, Giriwoyo, Sidoharjo, Jatisrono dan Kecamatan Selogiri. Tapi menyusul ada 1 kecamatan lagi, yakni di Kecamatan Pracimantoro.(Bambang Pur)