blank
Sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Tegal bersama DPUPR Kota Tegal amati besi kanal U yang melintang di atas aliran sungai. Foto: Isno M Wadmin.

TEGAL (SUARABARU.ID) – Hasil Kunjungan Lapangan (Kunlap) Komisi III DPRD Kota Tegal bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, disepakati untuk mengatasi banjir rob yang selama ini terjadi dengan membangun folder atau kolam retensi.

“Tadi kita Komisi III DPRD Kota Tegal melakukan Kunjungan Lapangan (Kunlap) dari Talud Kali Ketiwon di wilayah Jalan Batamsari dan Jalan Flores Tegal Timur,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari SH MH disela Kunlap, Rabu (04/02/2026).

Sutari menerangkan, dalam Kunlap Komisi III DPRD Kota Tegal mendapati besi kanal U bekas penopang pipa PDAM dengn posisi melintang sungai yang mengakibatkan sampah tertahan.

“Besi kanal U yang melintas sungai menghambat arus sungai yang mengalir ke utara bahkan banyak sampah yang menyangkut di besi kanal tersebut,” kata Sutari.

Komisi III DPRD Kota Tegal berharap di wilayah Pondok Martoloyo yang selalu terdampak air rob. “Satu sisi kita harus membersihkan arus air harus dipastikan lancar, dan dari ancaman rob harus ada perbaikan-perbaikan,” terang Sutari.

Hal itu menurut Sutari selama ini diketahui ketika air dipompa titik genangan dari Pondok Martoloyo masuk ke Kali Anyar justru mbalik masuk kembali. “Setelah kita lihat bersama dengan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ternyata ada rembesan, ada bocor di talud disamping pompa, sehingga air masuk ke genangan lagi,” terangnya.

Pihak Komisi III DPRD Kota Tegal dorong DPUPR terutama PSDA agar komunikasi dan koordinasi dengan PDAM, dan pemilik rumah yang ada didekat dengan kolam pompa agar ikut bersama-sama memperbaiki.

Disamping ada persoalan-persoalan yang lebih rinci di Jalan Irian maupun di komplek Perumahan Martoloyo garis besar penanganannya adalah perbaikan talud yang jebol.

Prioritasnya seperti apa, yang jelas Tahun 2026 ini belum ada anggaran tapi, kedepan menjadi prioritas.

Tahun ini belum ada anggaran, mudah-mudahan tahun depan menjadi prioritas.

Yang kedua adalah pembangunan folder di kolam retensi yang berlokasi di ujung utara perumahan Martoloyo wilayah Kelurahan Panggung. Sebelah timur Kalianyar nanti ada satu folder lagi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal memberikan apresiasi kepada DPUPR. Sebenarnya semangatnya sama. Salah satu upaya mengatasi persoalan banjir di pemukiman Pondok Martoloyo yang paling utama adalah dibangunnya mini folder atau kolam retensi di kawasan ini.

“Karena kolam retensi yang ada di Mintaragen bukan mengatasi genangan air yang ada di Perumahan Martoloyo. Maka, harus dibangun kolam retensi mandiri di area Perumahan Martoloyo,” terang Sutari.

Plt Kepala DPUPR Kota Tegal Heru Prasetya S.STP saat mendampingi Komisi III Kota Tegal berharap, setelah tanggul dan folder berfungsi dengan baik secara menyeluruh di kawasan Pondok Martoloyo ini akan selesai.

Karena penampakan yang terjadi saat ini adalah saling meninggikan tanggul.

Pembuatan folder sendiri membutuhkan lahan seluas 500 M², sedangkan untuk anggaran sebesar Rp 5 Miliar.

Isno M Wadmin