WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Perbaikan Jalan Lingkar Binangun (Jalibi) di Kecamatan Watumalang Wonosobo mulai berdampak langsung pada mobilitas warga.

Akses yang sebelumnya sulit kini berubah lebih lancar dan aman dilalui, meski di kanan kiri terdapat tebing yang cukup curam. Jalan naik-turun dan banyak belok tajam itu sangat asyik untuk lokasi touring bersama.
Maka di moment peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) dan PWI, Rabu (4/2/2026) besok, akan melakukan tauring di jalan tersebut. Wartawan dan jajaran Forkompimda akan menjajal jalur baru yang belum ini baru saja selesai dibangun.
Dijadwalkan Bupati Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Sekda, Kapolres, Dandim 0707 dan unsur Forkompimda yang lain juga akan turut serta. Touring HPN diikuti pula Forum BUMD/BUMN dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Jalibi menjadi jalur penting yang menghubungkan Desa Lumajang dan Desa Binangun Watumalang. Ruas jalan ini juga melintasi sejumlah dusun dan kini dimanfaatkan sebagai akses utama aktivitas harian masyarakat.
Camat Watumalang, Oni Wiyono menyebut, fungsi Jalibi tidak hanya sebatas penghubung antarwilayah. Jalan tersebut kini juga memiliki nilai sosial bagi masyarakat sekitar.
“Ini namanya di jalan lingkar Binangun atau yang dikenal dengan nama Jalibi, yang lagi menjadi booming untuk anak-anak muda setiap sore untuk sekedar menikmati kopi dengan panorama Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Bismo,” ungkapnya, Selasa (3/2/2026).
Oni menjelaskan, Jalibi menghubungkan dua desa dengan lintasan beberapa dusun. Jalur ini kini lebih mudah diakses dibanding sebelumnya.
“Jalan Jalibi ini penghubung dua desa, Desa Lumajang dan Desa Binangun yang melintasi Dusun Sumbersari, Dusun Klepu, Dusun Cindul, dan Binangun menuju ke Desa Binangun,” jelasnya.
Dia menyebut panjang jalan yang dibangun mencapai sekitar tiga kilometer. Sebelumnya, jalur tersebut hanya berupa jalan tani dengan kondisi makadam.
“Ini sebetulnya jalan tani dulu nih jalan makadam, atau rolak kalau bahasa Wonosobo. Tapi Alhamdulillah dengan perjuangan para tokoh-tokoh masyarakat bisa diusulkan ke Pak Bupati dan Pak Bupati responsif untuk membangun jalur ini,” ungkapnya.
Jalur Alternatif

Keberadaan Jalibi juga dinilai efektif memangkas jarak tempuh warga menuju pusat kota. Jalur ini menjadi alternatif yang lebih singkat.
“Jalur ini akan memperpendek jalan tempuh dari Binangun menuju ke Wonosobo sekitar 2 kilometer. Semula saat belum ada jalur ini, warga harus memutar lewat jalur utara yang jarak tempuhnya lebih jauh,” sebutnya.
Selain mempercepat mobilitas, kondisi jalan yang kini mulus turut meningkatkan rasa aman pengguna jalan. Terutama bagi petani dan warga yang beraktivitas sejak pagi hingga malam.
Penerangan jalan umum juga telah tersedia hampir di sepanjang ruas Jalibi. Hal ini mengurangi risiko kecelakaan pada malam hari.
“Penerangan sudah aman kita lihat bersama ada jalan penerangan jalan umum ya, sudah hampir sepanjang jalan ini sudah malam tidak kegelapan,” ucapnya.
Respons positif datang dari warga. Nando, warga Watumalang, mengaku kondisi jalan sebelumnya sangat menyulitkan. Jalan turun-naik dan bebelok tajam dulu kondisinya rusak cukup parah. Jarang ada warga yang mau lewat.
Menurutnya, kerusakan jalan dan kontur yang berdekatan dengan jurang membuat warga waswas saat melintas, khususnya pada malam hari. Dulu kalau lewat malam mikir dua kali sekarang sudah halus dan mudah dilewati.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Wonosobo, Edi Hartono mengatakan pembangunan Jalibi merupakan kelanjutan proyek sebelumnya.
“Proyek ini dilakukan untuk merampungkan ruas Sumbersari-Binangun yang pada tahun sebelumnya sudah kita kerjakan. Jalur Jalibi diharapkan bisa memperlancar akses ekonomi warga sekitar,” ucapnya.
Pada tahap lanjutan, dilakukan pengaspalan sepanjang 480 meter. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 2,48 miliar.
Ke depan, ruas Jalibi diproyeksikan menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Dieng melalui Binangun. Pemerintah berharap jalan tersebut dijaga bersama agar manfaatnya berkelanjutan.
Muharno Zarka













