blank
Paparan dalam rapat pengusulan Barongan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Foto: Kudnadi

π—•π—Ÿπ—’π—₯𝗔 (SUARABARU.ID) β€” Pemerintah Kabupaten Blora menyiapkan sejumlah langkah untuk mengusulkan Seni Barongan sebagai warisan budaya takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Langkah awal, Pemkab Blora bersama dengan Komunitas Barongan Kabupaten Blora dan sejumlah tim teknis, menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan teknis pengusulan tersebut, Senin 19 Januari 2026, di ruang rapat Bupati Blora.

Rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan narasumber dari Tim Teknis Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen RI, Panca Waluyo, Pamong Budaya Ahli Madya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, Erna Purwaningsih, dan Dosen Seni Rupa ITB Bandung, Muchisin.

Hadir Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, beserta sejumlah kepala perangkat daerah untuk mendukung upaya tersebut, hadir pula Paguyuban Seni Barongan Kabupaten Blora dan Dewan Kebudayaan Blora.

Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi menindaklanjuti hasil rapat koordinasi bersama komunitas paguyuban Barong Kabupaten Blora dan dinas terkait untuk segera menyusun tim, dan segera membuat action plan guna mempersiapkan langkah-langkah dan dokumen diperlukan untuk dilengkapi dalam waktu dekat ini.

β€œKita segera akan kita buat tim, kita mapping apa-apa saja tugas sesuai tupoksinya, kita bersama harus punya niat mewujudkan Barongan ini untuk diusulkan ke UNESCO, tapi harus kita persiapkan dengan matang sejak saat ini,” jelas Sekda Blora.

Nilai Strategis Barongan

Tim Teknis Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen RI, Panca Waluyo menjelaskan terkait dengan nilai strategis Barongan bagi Kabupaten Blora, tahap penyusunan berkas nominasi ICH UNESCO mulai dari data dan kelengkapan dokumen yang diperlukan.

“Perlu dukungan serta peran dari OPD hingga komunitas, serta timeline kerja pengusulan Barongan Blora menuju ICH UNESCO,” harap Panca Waluyo.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, Erna Purwaningsih menjelaskan terkait dengan pelestarian kebudayaan hingga terkait dengan norma, standar, dan prosedur dalam ICH UNESCO.

“Barongan ini penting untuk diusulkan ke UNESCO. Harapannya Barongan tersebut dapat mengangkat nama Indonesia dan go internasional,” ungkap Erna Purwaningsih.

Terlebih, Barongan Blora, lanjut Erna Purwaningsih, telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Kemendikbud RI, pada 2017.

Barongan Blora Mendunia

β€œIni sangat relevan bahwa dengan rencana Barongan ini diusulkan ke UNESCO, yang pertama ini sudah kita lindungi, bahwa ini wujud perlindungan kita terhadap budaya yang kita miliki, jadi dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2017 ini menjadi salah satu syarat untuk bisa diusulkan,” kata Erna Purwaningsih.

Pada kesempatan itu, Dosen Seni Rupa ITB Bandung, Muchisin menjelaskan terkait dengan hasil risetnya mengenai sejarah hingga perkembangan barongan, meski barongan tidak hanya ada di Blora tetapi di Kabupaten Blora ini perkembangan Barongan sangat besar dibanding daerah lain. Sehingga Blora dipandang bisa menginisiasi dalam mengajukan usulan ini ke UNESCO.

β€œDibanding daerah-daerah lain, di Blora itu perkembangannya sangat luar biasa bahkan sampai pelosok-pelosok daerah bahkan kecamatan, kelurahan itu ada, produsennya juga ada, dan ini menurut saya juga layak dan bisa diajukan,” ucap Muchisin.

Paguyuban Seni Barongan Kabupaten Blora, Adi Wibowo mengapresiasi atas kepedulian dan perhatian dari Pemkab Blora terhadap Seni Barongan, menyambut baik dan siap untuk mendukung upaya pengusulan Barongan ke ICH UNESCO.

β€œKami perwakilan dari Komunitas Seni Barongan Blora mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Blora yang sudah berinisiatif mengangkat seni Barongan Blora ke tingkat internasional,” ujar Adi Wibowo.

Kudnadi Saputro